Share

Ini Tanggapan Jokowi Soal Polemik Cadar & Celana Cingkrang

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Jum'at 01 November 2019 18:09 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 01 337 2124701 ini-tanggapan-jokowi-soal-polemik-cadar-celana-cingkrang-yfdB5G9BEM.jpg Presiden RI, Joko Widodo (foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara soal polemik pemakaian cadar dan celana cingkrang bagi sebagai umat Islam Indonesia.

Ia mengatakan, bahwa pemakaian cadar dan celana cingkrang merupakan kebebasan setiap orang dalam menggunakan pakaian untuk beraktivitas sehari-hari. Menurut dia, setiap orang berhak untuk menggunakan cadar maupun celana cingkarang.

"Kalau saya ya namanya cara, cara berpakaian, cara berpakaian itu kan sebetulnya pilihan pribadi-pribadi, pilihan personal atau kebebasan pribadi setiap orang," ujar Jokowi saat bertatap muka dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

 Baca juga: Menag Fachrul: Cadar & Celana Cingkrang Bukan Ukuran Ketaqwaan!

Meski demikian, Kepala Negara menilai bila orang tersebut merupakan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) atau orang yang akan memasuki sebuah institusi pemerintah maupun swasta maka perlu mengikuti aturan yang berlaku.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menerangkan, bahwa setiap instansi mempunyai tata cara berpakaian yang juga harus dipatuhi.

"Tetapi di sebuah institusi, kalau memang itu ada ketentuan cara berpakaian, ya tentu saja harus dipatuhi," tutur Jokowi.

 Baca juga: Soal Wacana Pelarangan Cadar, PAN Minta Menag Berhenti Embuskan Isu Radikalisme

Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi berencana melarang pengguna niqab atau cadar untuk masuk ke instansi milik pemerintah.

Hal itu lantaran berkaca karena adanya peristiwa penusukan mantan Menteri Koordinator Bidang Politio, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto.

Fachrul mengatakan rencana itu masih dalam kajian. Namun aturan itu sangat mungkin direkomendasikan Kemenag atas dasar alasan keamanan.

"Memang nantinya bisa saja ada langkah-langkah lebih jauh, tapi kita tidak melarang niqab, tapi melarang untuk masuk instansi-instansi pemerintah, demi alasan keamanan. Apalagi kejadian Pak Wiranto yang lalu," kata Fachrul.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini