nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keluarga Randi Minta Kapolri Idham Azis Usut Kasus Penembakan Mahasiswa Kendari

Asdar Zuula, Jurnalis · Jum'at 01 November 2019 17:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 01 337 2124666 keluarga-randi-minta-kapolri-idham-azis-usut-kasus-penembakan-mahasiswa-kendari-6XFg7JfQkf.jpg Fitriani Sali, Kakak Almarhum Immawan Randi, Mahasiswa Perikanan dan Kelautan UHO, Kendari (foto: iNews/Asdar Zuula)

KENDARI - Fitiriani Sali, kakak almarhum mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Halu Oleo (UHO) bernama Randi (21) mempertanyakan kinerja tim investigasi Mabes Polri, dalam mengungkap pelaku penembakan saat pengamanan ujuk rasa di DPRD Sultra pada 26 September 2019.

Fitri menyebut, proses hukum yang dilakukan tim investigasi Mabes Polri, belum sesuai harapan keluarga Randi.

Baca Juga: Barang Bukti Kasus Penembakan Mahasiswa Kendari Diuji Labfor di Luar Negeri 

Jenderal Pol Idham Aziz Resmi Jabat Kapolri

"Cara mereka (tim investigasi) ini, tidak sesuai apa yang diharapkan keluarga, kok sampai 34 hari ini pelaku penembakan adik saya ini (almarhum Randi) belum didapatkan" sesal Fitri, Jumat (1/11/2019).

Fitri menaruh, harapan besar kepada Kapolri Jenderal Idham Azis, agar mengusut tuntas kasus penembakan adiknya.

"Permintaan saya kepada Kapolri baru ini (Jenderal Idham azis), usutlah kasus ini setuntas-tuntasnya, agar pihak keluarga ini dapat keadilan," harap Fitri.

Sebelumnya, enam personel Polres Kendari, dua kali menjalani sidang disiplin di Propam Polda Sultra, karena mereka menyalahi Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan unjuk rasa 26 september lalu di DPRD Sultra.

Baca Juga: 6 Polisi Bawa Senpi di Demo yang Tewaskan Mahasiswa Kendari Disanksi Disiplin 

Enam personel Polres Kendari ini, telah diberi sanksi, karena terbukti melanggar SOP, membawa senjata api saat mengamankan unjuk rasa. Mereka diberi sanksi, teguran tertulis, penundaan kenaikan pangkat selama 1 tahun, penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 tahun, penundaan pendidikan selama 1 tahun, dan penempatan di tempat khusus selama 21 hari.

Sementara proses hukum mengungkap pelaku penembak almarhum Randi, tim investigasi Mabes Polri, masih menunggu uji balistik selongsong dan proyektil yang ditemukan di lokasi kejadian, di luar negeri.

Jenderal Pol Idham Aziz Resmi Jabat Kapolri

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini