nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sempat Disekap dan Dianiaya, Ninoy Karundeng Pilih Berdamai

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 01 November 2019 16:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 01 337 2124638 sempat-disekap-dan-dianiaya-ninoy-karundeng-pilih-berdamai-bpl7WfTpg4.jpg Ninoy Karundaeng (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pegiat media sosial Ninoy Karundeng memutuskan untuk berdamai dengan para tersangka, yang sempat diduga menganiaya sekaligus mengintimidasi dirinya ketika aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.

Kesepakatan damai tersebut dilakukan seusai pihak DKM Masjid Al-Falah meminta maaf atas insiden yang terjadi.

"Kami dalam hal ini sudah menyambut baik permohonan maaf yang diberikan oleh Pihak DKM Masjid Al Falah dan PA 212. Ninoy juga sudah menyampaikan menerima permohonan maaf dari para tersangka," kata pengacara Ninoy, Angga Busra Lesamana di Polda Metro Jaya, Jumat (1/11/2019).

 Baca juga: Peran Suami Dokter dalam Kasus Penganiayaan Ninoy Karundeng Hingga Jadi Tersangka

Meski telah berdamai, Ninoy belum mencabut laporan di Polda Metro Jaya. Pihak kuasa hukum tetap menyerahkan kasus tersebut ke polisi.

"Karena ini masuknya kan delik murni, ada delik aduannya, tapi kita tidak ada pencabutan laporan," ujar dia.

Angga mengatakan, perdamaian ini dapat meringankan proses hukum para tersangka. Nantinya, para tersangka mendapatkan keringanan hukum saat proses persidangan berlangsung.

 Baca juga: Polisi Kembali Tetapkan Tersangka Kasus Ninoy Karundeng, Total Jadi 15 Orang

"Proses ini nantinya bisa meringankan para terdakwa karena sudah ada permohonan maaf. Bisa jadi pertimbangan untuk hakim karena sudah ada permohonan maaf yang disetujui oleh pelapor," tutur Angga.

Dalam kasus ini polisi telah menetapkan 15 orang sebagai tersangka. Kekinian, tersangka bertambah satu seusai Shairil menyerahkan diri.

Diketahui, mereka yang ditetapkan tersangka adalah AA (42), YY (54), ARS (52), RF (22), S (49), TRI alias RN (59), SR (39), RI alias Baros (30), ABK (30), R (47), IA alias IRS (57), F alias Ferry (47), YI alias Jerry (52), dokter IZH alias INS (36), dan Sekretaris PA 212 Bernard Abdul Jabbar (45).

Untuk tersangka RN dan Ferry ditangguhkan penahanannya. Faktor usia dan kesehatan menjadi alasan keduanya mendapatkan penagguhan penahanan.

Atas perbuatanya, seluruh tersangka dijerat Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 480 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 335 KUHP dan atau Pasal 333 KUHP.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini