nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Prabowo Masuk ke Koalisi, Jokowi Dinilai Bisa Lebih Leluasa Atur Program Kerja

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 31 Oktober 2019 19:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 31 337 2124274 prabowo-masuk-ke-koalisi-jokowi-dinilai-bisa-lebih-leluasa-atur-program-kerja-Cox6hk5gUy.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Masuknya Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum partai tersebut Edhy Prabowo ke dalam kabinet pemerintahan Presiden Jokowi-KH. Ma’ruf Amin telah mengubah dinamika politik bangsa kekinian.

Kondisi tersebut memungkinkan Jokowi untuk lebih leluasa dalam mengatur kebijakan, karena hanya menyisakan ruang sempit untuk pihak yang kontra di parlemen.

Baca Juga: Kabinet Indonesia Maju Dinilai Perpaduan Senior-Junior dengan Prestasi di Bidangnya

“Pemerintah saat ini menjadi sangat kuat dan hanya meninggalkan ruang sempit untuk berbeda pendapat di parlemen,” kata Syahganda dari Sabang - Merauke Circle dalam Diskusi Publik 'Menakar Pemerintahan Jokowi- Ma’ruf Amin: Demokrasi dan Pembangunan Ekonomi', di FISIP Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Diskusi di Unas

Dengan kondisi seperti itu, menurut Syahganda, pemerintah mestinya sangat leluasa menjalankan program-programnya.

“Pemerintah Jokowi-KH Ma’ruf Amin memiliki peluang besar untuk mengatur sepenuhnya setiap kebijakan, karena bisa dikatakan hampir-hampir tidak ada oposisi di dalam negeri,” pungkasnya.

Sementara itu, Doktor Administrasi Publik Universitas Kebangsaan Malaysia, Rusman Ghazali menyatakan tantangan yang dihadapi pemerintahan periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah perekonomian dunia yang dihantui perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China yang berkepanjangan. Untuk itu, Indonesia perlu mencari alternatif sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Selama ini perekonomian Indonesia banyak ditopang oleh konsumsi masyarakat,” kata Rusman Ghazali.

Rusman melanjutkan, pemerintah dituntut terus membuka peluang dan mencari alternatif sumber pertumbuhan ekonomi baru. Sektor perdagangan dengan Negara baru harus terus dikembangkan untuk memperkuat ekspor Indonesia.

Pilihan alternatif yang memungkinkan adalah menggencarkan kerjasama investasi dan perdagangan melalui pola partnership yang memungkinkan terjadinya kemitraan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini