Jokowi Ingin Penguatan Pendidikan Budi Pekerti untuk Tekan Penggunaan Narkoba

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 31 Oktober 2019 19:21 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 31 337 2124266 jokowi-ingin-penguatan-pendidikan-budi-pekerti-untuk-tekan-penggunaan-narkoba-nkk1vijz3K.jpg Presiden Jokowi dan Anak-Anak Sekolah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin adanya penguatan pendidikan karakter berupa penggunaan pendidikan budi pekerti agar bisa menekan angka penggunaan narkoba kepada remaja dan pelajar.

Kepala Negara sebelumnya menerangkan bahwa pemerintah ingin fokus pada pembangunan Sumber Saya Manusia (SDM) Indonesia yang unggul agar dapat bersaing dengan bangsa lainnya.

"Berkaitan dengan pemberantasan narkotika beserta rehabilitasinya. Karena apapun SDM kalau belum bisa menyelesaian urusan ini akan sulit. Nanti akan berkaitan dengan kriminalitas, kenakalan remaja," ujar Jokowi dalam ratas penyampaian program dan kegiatan di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (31/10/2019).

"Saya juga minta agar yang namanya pendidikan etika, budi pekerti, pendidikan kebencanaan, pendidikan politik terutama ideologi Pancasila harus terus dilakukan sinergis lintas kementerian. Oleh karena itu, tugas Menko PMK saat ini bukan tugas yang ringan, tapi sangat berat dan strategis," tambahnya.

Jokowi

Baca Juga: Menteri Agama Kini Persoalkan Celana Cingkrang

Kepala Negara juga menekankan pada pengembangan SDM yang siap bekerja, berwirausaha, hingga berkarya. Dengan begitu, Jokowi meminta sinergitas antara Kemendikbud dengan Kemenag serta sektor pemerintahan lainnya dalam pembangunan SDM.

"Saya juga meminta agar kita semua mendukung reformasi besar-besaran di dunia pendidikan dan kebudayan dan juga di Kementerian Agama. Saya yakin menterinya sudah paham, Menkonya juga sudah berpengalaman, di situ tidak ada yang ingin saya jelaskan lagi," imbuhnya.

Jokowi juga menitipkan kepada Mendikbud Nadiem Makarim bisa memanfaatkan teknologi untuk percepatan kualitas pendidikan yang merata dan efisien.

"Pak Mendikbud tolong dilihat betul negara kita bukan hanya Hakarta, bukan hanya Jawa, dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote, ada 17.000 pulau, 514 kab kota. Lihatlah yang ada misalnya di Halmahera, lihatlah yang ada di Rote, lihatlah yg ada di Wamena," papar dia.

Jokowi ingin Nadiem bisa membuat satu aplikasi agar ada standarisasi dalam dunia pendidikan yang merata. Sehingga, kualitas pendidikan bisa merata.

"Memudahkn guru, memudahkan murid dalam belajar dan juga salah satu tantangan besar kita untuk merespon pasar tenaga kerja yang berubah karena teknologi. Ada shifting job, ada ergeseran pekerjaan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini