nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Isu Reshuffle Disebut Akan Terus Mengintai Menteri Jokowi Jika Kinerja Jeblok

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 31 Oktober 2019 18:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 31 337 2124236 isu-reshuffle-disebut-akan-terus-mengintai-menteri-jokowi-jika-kinerja-jeblok-XArsvpbx9N.jpg

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin telah membentuk Kabinet Indonesia Maju, berisikan 34 Menteri dan 12 Wakil Menteri untuk menyukseskan pemerintaha lima tahun ke depan.

Pengamat politik CSIS Arya Fernandez mengatakan para Menteri dan Wakil Menteri yang berada di Kabinet Indonesia Maju harus bisa bekerja secara maksimal. Karena, apabila kinerjanya tak dianggap maksimal maka bisa saja Presiden Jokowi melakukan perombakan kabinet atau reshuffle karena kepala negara ingin memaksimalkan kerja para pembantunya di kabinet.

"Reshuffle itu mungkin terjadi karena terkait evaluasi dengan begitu kita butuhkan satu lembaga kepresidenan yang kuat," ujar Arya, Kamis (31/10/2019).

Kabinet Indonesia Maju

Bahkan, dia menduga Presiden Jokowi bisa saja langsung melakukan reshuffle kabinet di tahun pertama. Hal ini berkaca dengan rekam jejak kepala negara pada periode pertamanya.

"Kalau kita lihat jejak apa yang terjadi di periode pertama, Pemerintahan Jokowi melakukan tiga kali reshuffle, tahun 2015, masuknya Golkar ada di 2016 dan di 2018, tiga kali seingat saya," jelas Arya.

Baca Juga: Tujuh Pesan Jokowi untuk Menteri Kabinet Indonesia Maju

Dilanjutkannya, kemungkinan reshuffle juga terjadi karena di saat bersamaan, Presiden ingin membenahi tim dalam kabinetnya di tahun kedua.

“Untuk itu, reshuffle juga mungkin terjadi karena mungkin terkait soal evaluasi, dengan begitu kita butuhkan satu lembaga kepresidenan yang kuat, yang dari hari ke hari bisa melakukan, memberikan masukan kepada presiden, evaluasi presiden terkait kabinet ini menjadi terukur. saya kira itu,” ujar Arya.

Selain itu, lanjut Arya ada kemungkinan kabinet yang sudah terbentuk saat ini lebih kepada untuk menciptakan dream team. Meskipun masih banyak diisikan oleh parpol pengusungnya.

“Itu terkendala karena presiden harus melakukan akomodasi yang sangat besar ke partai-partai dan tidak hanya ke partai-partai pendukung pemerintah tapi juga kepada partai partai yang menjadi rivalnya,” kata Arya.

Sementara, anggota Komisi VII DPR RI Arkanata Akram berharap para menteri dan wakil menteri pada Kabinet Indonesia Maju, terutama yang masuk dalam tim ekonomi, mampu bekerja maksimal untuk dapat mewujudkan visi dan misi Presiden menuju Indonesia Maju.

“Apakah itu sebuah ‘dream team’ atau bukan, saya kira Bapak Jokowi yang juga sudah pernah menjadi Presiden sebelumnya dari 2014-2019 juga memiliki pengalaman yang cukup, pengalaman yang juga tidak bisa dikatakan sedikit, sehingga dia sudah tahu permasalahan apa saja yang akan dihadapi," tutur Arkan.

Kabinet Indonesia Maju

Mengenai adanya kemungkinan reshuffle pada Kabinet Indonesia Maju, Politikus Partai NasDem itu memandang hal tersebut menjadi hak prerogatif Presiden untuk menentukannya, berdasarkan kinerja yang dibuktikan.

“Itu menjadi hak prerogatif Presiden, sehingga kita kembalikan lagi ke presiden. Tugas kami saat ini adalah selalu mendukung,” jelas Arkan.

Di sisi lain, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, tim ekonomi yang ditunjuk Presiden Joko Widodo saat ini belum terlalu maksimal untuk merespon tantangan ekonomi domestik maupun global.

“Karena ada tekanan partai politik, kabinet yang harusnya diisi oleh profesional, khususnya kami mencermati bidang ekonomi, yang bisa diandalkan justru hanya satu orang yakni Ibu Sri Mulyani Indrawati,” terang Bhima.

Meski begitu, kinerja tim ekonomi Jokowi perlu diberi waktu untuk membuktikan kinerjanya. Apakah nantinya dapat diukur dengan indikator-indikator ekonomi, di antaranya data neraca perdagangan.

“Jadi kalau 100 hari ke depan neraca perdagangan kita tidak membaik dan justru memburuk, defisit perdagangan kita memburuk, maka ini akan menjadi evaluasi untuk melakukan reshuffle kabinet ke depan,” tandasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini