Rano Karno hingga Ratu Atut Disebut Terima Uang Panas dalam Dakwaan Wawan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 31 Oktober 2019 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 31 337 2124141 rano-karno-hingga-ratu-atut-disebut-terima-uang-panas-dalam-dakwaan-wawan-rLi5ojwONT.jpg Tubagus Chaeri Wardana Alias Wawan (foto: Okezone)

JAKARTA - Anggota DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Rano Karno disebut turut menerima uang panas sebesar Rp700 juta dari proyek pengadaan alat kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten Tahun Anggaran (TA) 2012.

Hal tersebut terungkap saat Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan surat dakwaan untuk terdakwa Komisaris Utama PT Balisific Pragama, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Baca Juga: Wawan Adik Ratu Atut Didakwa Rugikan Negara hingga Rp94,3 Miliar 

"Melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, yaitu telah memperkaya Rano Karno sebesar Rp 700.000.000," kata Jaksa Budi Nugraha saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019).

Senyum Rano Karno Kembali Perankan Sosok Doel   

Jaksa membeberkan, uang yang diperoleh oleh mantan Gubernur Banten tersebut berasal dari Direktur PT Java Medika, Yuni Astuti. Dalam dakwaan, Yuni merupakan salah satu rekanan yang mengerjakan proyek pengadaan alat kedokteran di Provinsi Banten.

Yuni diduga ikut kongkalingkong dalam proses pengerjaan proyek tersebut. Dari pengerjaan proyek tersebut, Yuni memperoleh uang mencapai Rp61,2 miliar.

Adapun, rincian ‎uang yang digunakan yakni, sebesar Rp30,4 miliar untuk pembelian alat kesehatan. Kemudian, untuk biaya pinjaman mencapai Rp222,8 juta.

Sementara sisanya diberikan diberikan kepada sejumlah pihak, atas perintah Wawan. Salah satu pihak yang disebut turut menerima uang panas terkait proyek tersebut yakni Rano Karno.‎

"Sesuai arahan terdakwa, bagian Yuni Astuti tersebut juga dipergunakan untuk diberikan kepada beberapa pihak, antara lain Djadja Buddy. Ajat Drajat, Ahmad Putra, Rano Karno," kata jaksa.

Menanggapi dakwaan Wawan, Rano Karno membantah tudingan tersebut. Politikus PDI-Perjuangan tersebut mengatakan bahwa pernyataan Mantan Kadis Kesehatan Pemprov Banten, Djaja Buddy Suhardja yang menuding Rano Karno menerima uang adalah keliru.

"Saudara Djadja telah mengirimkan tuduhan kepada saya telah menerima aliran dana sebesar Rp 700 juta. Jumlah ini berbeda jauh dari tuduhan sebelumnya yang menyebut saya menerima aliran dana dari kasus ini sebesar Rp 300 juta. Saya mempertanyakan inkonsistensi tuduhan yang disampaikan Saudara Djadja atas diri saya," kata Rano Karno kepada wartawan.

Selain Rano Karno, mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah juga turut diperkaya dalam proyek tersebut. Ratu Atut disebut kecipratan uang panas dari proyek tersebut sekira ‎Rp3,859 miliar.

KPK Periksa Putri Ratu Atut 

Jaksa juga mendakwa Wawan melakukan korupsi proyek itu bersama-sama dengan Atut. Atut sendiri telah divonis bersalah dan hukumannya sudah inkrah. Dalam vonis Atut juga disebutkan adanya pemberian uang kepada Rano.

Dalam dakwaan Wawan, dibeberkan juga sejumlah pihak-pihak yang turut diuntungkan terkait proyek alkes di Banten.‎ Berikut nama-nama pihak yang diduga diuntungkan dari proyek tersebut :

1. Wawan, Rp 50 miliar;

2. Ratu Atut, Rp 3,859 miliar;

3. Pemilik PT Java Medica, Yuni Astuti, Rp 23.396.358.223,85 (miliar);

4. Mantan Kadis Kesehatan Pemprov Banten, Djaja Buddy Suhardja, Rp 240 juta;

5. Ajat Drajat Ahmad Putra, Rp 295 juta;

6. Mantan Gubernur Banten, Rano Karno, Rp 700 juta;

7. Jana Sunawati, Rp 134 juta;

8. Yogi Adi Prabowo, Rp 76,5 juta;

9. Tatan Supardi, Rp 63 juta;

10. Abdul Rohman, Rp 60 juta;

11. Ferga Andriyana, Rp 50 juta;

12. Eki Jaki Nuriman, Rp 20 juta;

13. Suherman, Rp 15,5 juta;

14. Aris Budiman, Rp 1,5 juta;

15. Sobran, Rp 1 juta;

16. Serta uang total Rp 1.659.500.000 (miliar), untuk fasilitas liburan ke Beijing berikut uang saku untuk pejabat Dinkes Provinsi Banten, Tim Survey, Panita Pengadaan dan Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini