Sentil Anies Baswedan, Djarot : Yang Salah Itu SDM-nya Bukan Sistemnya

Muhamad Rizky, Okezone · Kamis 31 Oktober 2019 12:36 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 31 337 2124039 sentil-anies-baswedan-djarot-yang-salah-itu-sdm-nya-bukan-sistemnya-EM6TOU3ouE.jpg Djarot Saiful Hidayat (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat menanggapi komentar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menilai bahwa, kesalahan pada rencana anggaran karena sistem elektronik APBD yang sudah dibuat oleh pemerintahan sebelumnya.

Djarot menepis anggapan tersebut. Menurutnya yang menjadi persoalan adalah mereka yang memasukkan data sehingga terjadi kesalahan. Pun apabila ada kekurangan pada sistem sudah seharusnya juga dilakukan perbaikan.

"Kalau menurut saya sih yang salah ya yang menginput. Yang menginput inilah yang harus dievaluasi. Kalaupun memang sistemnya itu masih belum benar, ya tugasnya Bappeda dong untuk benerin," kata Djarot di DPR, Kamis (31/10/2019).

Faisal Amir bersama Anies Baswedan

Menurut Djarot sistem yang sudah dibuat oleh pemerintahan sebelumnya harusnya bisa diperbaiki jika ditemukan ketidak sesuaian. Namun ia meyakini dalam kasus ini mereka yang mengimput data anggaran melakukan hal bodoh.

"Yang bodoh itu bukan sistemnya, tapi kita-kita SDMnya yang input. Kita bisa sempurnakan sistem itu sebenarnya, itu tugas kita," ungkapnya.

Eks Gubernur DKI Jakarta itu meminta agar Anies terbuka dalam persoalan anggaran dengan e-budgeting yang sudah dibuatnya dulu. Sebab dengan adanya sistem elektronik bisa mengantisipasi susunan anggaran yang tidak sesuai dan diketahui oleh masyarakat luas.

"Artinya jalau itu semakin tertutup semakin gelap dan kontrolnya semakin sedikit dan kemudian ada penyusupan-penyusupan anggaran lagi nanti," tambahnya.

"Sebaiknya dibuka saja, dibuka. Kalaupun ada masukan-masukan dari siapa saja yang terima saja. Tapi untuk warga masyarakat enggak usah gaduh, enggak usah nyinyir, enggak usah baper. Ini proses baik tanpa harus hakimi mana salah mana benar. Tapi bagaimana kita memperbaiki," sambungnya.

Baca Juga : Anggaran Lem Rp82 Miliar, Djarot : Kalau Tidak Sengaja Bodoh Banget!

Sebelumnya Anies menjelaskan bahwa sistem e-budgeting tersebut tidak memiliki pola verifikasi sehingga harus dilakukan secara manual. Disaat itu pula kesalahan tersebut kerap terjadi. Sebab sistemnya sudah digital namun tidak smart.

"Kalau smart system, dia bisa melakukan pengecekan, dia bisa melakukan verivikasi, dia bisa menguji," tutur Anies.

Sistem e-budgeting sendiri adalah sistem yang terkomputerisasi. Sistem ini dicanangkan saat kepemimpinan Jokowi dan Ahok yang mana saat itu keluarnya peraturan Gubernur Nomor 145 tahun 2013 tentang Penyusunan APBD melalui electronic budgeting.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini