nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ikut Ratas Polhukam, Menlu Beberkan Prioritas Politik Luar Negeri

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 31 Oktober 2019 11:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 31 337 2124014 ikut-ratas-polhukam-menlu-beberkan-prioritas-politik-luar-negeri-dtA0aFEFYh.jpg Menlu Retno usai ratas di Kemenko Polhukam (foto: Okezone.com/Reza)

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi pulang lebih dulu dalam rapat koordinasi di Kemenko Polhukam. Pasalnya, ia harus berangkat ke Bangkok, Thailand untuk memulai persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-35.

Dalam rapat itu, Retno menyampaikan dua hal besar. Pertama, ia menyampaikan situasi global yang memiliki dampak ke Indonesia. Menurut dia, saat ini situasi dunia sedang dirundung oleh ketidakpastian dan menghadapi tekanan ekonomi.

Situasi demikian turut mempengaruhi kondisi di Indonesia khususnya di dalam bidang ekonomi. Tetapi, ia menggaris bawahi bahwa kawasan Asia Tenggara relatif lebih stabil, damai dan sejahtera, kendasi kondisi global sedang tidak menentu.

"Kita melihat bahwa kawasan Asia Tenggara masih merupakan kawasan yang relatif lebih stabil, lebih damai, dan lebih sejahtera," kata Retno di Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (31/10/2019).

 Menlu Retno

Kawasan Asia Tenggara relatif stabil disebut tidak lepas dari peran ASEAN. Menurut Retno, selama 52 tahun ini ASEAN berusaha untuk menjadi motor bagi perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan kawasan.

"Nah Indonesia secara natural kita sebagai negara yang paling besar di ASEAN tentunya ingin memberikan kontribusi yang besar kepada ASEAN. Orang mengatakan kita ini adalah natural leader dari ASEAN, yang berarti bahwa memang kita harus memberikan kontribusi yang besar," tutur Retno.

Karena itu, di dalam pertemuan ASEAN nanti, Presiden Joko Widodo disebut akan mengkonkritkan kerjasama yang sudah terjalin. Antsra lain dalam bidang maritim, konektivitas, tujuan pembangunan berkelanjutan dan kerja sama ekonomi lainnya terkait perdagangan dan investasi.

Hal kedua yang disampaikan dalam rapat adalah prioritas politik luar negeri Indonesia untuk lima tahun ke depan. Kata dia, prioritas ini harus dijalankan karena merupakan amanat konstitusi. Di sisi lain, Retno juga memaparkan visi misi Presiden dalam urusan politik luar negeri.

"Sebagai Menlu saya sudah menyampaikan prioritas politik luar negeri Indonesia untuk lima tahun ke depan," imbuhnya.

"Nah dari turunan itu kemudian kami menyampaikan prioritas formula 4+1. Yang pertama adalah penguatan diplomasi ekonomi, kedua adalah diplomasi perlindungan, ketiga adalah diplomasi kedaulatan dan kebangsaan, keempat adalah kontribusi dan kepemimpinan Indonesia di kawasan dan dunia, dan kelima adalah infrastruktur diplomasi," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini