nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Ingin Sekali-Sekali Demonstrasi Tak Dikawal Polisi

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 30 Oktober 2019 21:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 30 337 2123847 jokowi-ingin-sekali-sekali-demonstrasi-tak-dikawal-polisi-cEfqPcvMfd.jpg Jokowi. (Foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko membantah pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin mengekang kebebasan berpendapat. Bahkan, kata dia, demokrasi saat ini sudah semakin maju.

"Enggaklah, demokrasi kita sudah maju. Enggak ada mengekang, masing-masing yang saya lihat di Surabaya, di kampus masing-masing. Jangan dianalogikan ini kebijakan Negara. Berbeda lho," ujar Moeldoko di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Menurut Moeldoko, tradisi kampus memiliki budaya yang berbeda-beda dalam berekspresi. Ia pun menegaskan bahwa Presiden Jokowi tak pernah melarang siapapun untuk menyampaikan aspirasinya.

Usai Aksi di DPR, Mahasiswa dan Polisi Saling Berjabat Tangan

"Saya pikir itu sudah tradisi kampus yang dikembangkan dari waktu ke waktu, tradisi akademik, itu sudah terbangun. Kalau ada hal-hal menjadi koreksi sebagian masyarakat, ada perlakuan rektor pada mahasiswa, itu by case lho ya, bukan itu kebijakan Negara," ucapnya.

Mantan Panglima TNI itu menyebutkan, Jokowi menginginkan agar jalannya aksi demonstrasi sekali-sekali tidak dikawal polisi. Artinya, lanjut dia, Jokowi sebagai Presiden peduli akan aspirasi masyarakat.

"Tadi Presiden mengatakan, coba sekali-sekali perlu polisi tidak perlu jaga itu demo. Ini maknanya apa? Presiden sangat peduli soal itu," imbuhnya.

Moeldoko menilai, jalannya aksi demonstrasi juga tidak melulu harus diberi penjagaan kawat berduri agar massa tak merangsek ke Istana. Pihaknya masih membahas agar polisi tak mengawal jalannya aksi demonstrasi di internal Kabinet Indonesia Maju. Nantinya, KSP akan membahas usulan tersebut bersama Polri dan para komandan di lapangan.

"Ya mungkin tidak harus, karena gitu ada aparat keamanan, biasanya dibuat-buat demo itu. (Jadi) menjauh saja aparatnya, kita perlu coba itu. Begitu anarkis baru kita datang," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini