nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DPD Soroti Lonjakan Pengangguran dari Kaum Terdidik

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 30 Oktober 2019 23:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 30 337 2123838 dpd-soroti-lonjakan-pengangguran-dari-kaum-terdidik-fEaQ6cVS25.jpg Diskusi bertajuk 'Menggelorakan Sumpah Pemuda Dalam Pembangunan Berkelanjutan' (Foto: Ist)

JAKARTA - Jumlah pengangguran dari kalangan terdidik mengalami peningkatan. Bila tak dicari solusinya, hal tersebut cukup mengkhawatirkan.

"Jadi begini pengangguran kita itu secara umumnya menurun, tapi pengangguran terdidik itu naik, Diploma dan sarjana, dari 6,4 persen naik ke 6,8 persen hari ini," ujar anggota DPD RI, Angelius Wake Kako dalam diskusi bertajuk "Menggelorakan Sumpah Pemuda Dalam Pembangunan Berkelanjutan", Jakarta, Rabu (30/10/2019). 

Peningkatan pengangguran di kalangan terdidik, kata Angelius, karena tidak sesuainya mata pelajaran di dunia kampus dengan kebutuhan pasar di perusahaan. Menurutnya, bisa menjadi ancaman kalau dunia pendidikan tak melakukan pembenahan.

Angelius menegaskan, harus ada link and match antara situasi di kampus dengan kebutuhan pasar kerja. "Kenapa? Kita sudah berada pada ledakan jumlah angkatan kerja yang besar ini harus dimanfaatkan dan dimaksimalkan. Dengan naiknya pengangguran terdidik itu lebih berbahaya. Orang dengan Diploma D3 D4 dan sarjana S1 S2 menganggur, ini bahaya untuk negara yang besar ini," ujarnya.

Baca Juga: Viral Wawan Fokus Jadi Pengangguran demi Gaji dari Kartu Prakerja

Ilustrasi

Belum lagi Indonesia sedang mempersiapkan menjadi negara 4 besar di 2045. Negara, menurutnya harus benar-benar hadir mencari solusi agar pengangguran di kalangan terdidik tak meningkat.

"Harus ada link and match atau sinergi antara kebutuhan pasar tenga kerja dengan kampus. Karena jangan sampai dia sekolah sekolah kemudian dia nganggur. Jadi pemerintah harus segera sadar," ujarnya.

Sementara anak-muda diminta untuk menumbuhkan jiwa enterpeneurship, karena itu penting agar mereka juga bisa menciptakan lapangan kerja sendiri. Pemerintah disini bisa berperan dengan memberikan fasilitas terhadap mereka.

"Bagaimana misalnya anak-anak muda bisa berwirausaha. Kendala-kendala apa yang harus disentuh. Apa kendala agar mereka bisa berwirausaha. Dorongan kita agar anak muda berwirausaha tapi negara jangan sampai nonton. Saya pikir kita sebagai aktivis harus mendorong ke sana, negara harus hadir tidak bisa membiarkan begini terus," katanya.

Baca Juga: Kartu Pra Kerja Jokowi Dinilai Terobosan Besar Atasi Pengangguran 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini