nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masyarakat Diminta Beri Kesempatan Kabinet Jokowi Buktikan Kinerja

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 30 Oktober 2019 22:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 30 337 2123834 masyarakat-diminta-beri-kesempatan-kabinet-jokowi-buktikan-kinerja-Flfwh3KCdv.jpg Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Maruf Amin bersama Kabinet Indonesia Maju (Foto: Fakhrizal Fakhri)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membentuk Kabinet Indonesia Maju. Di dalam kabinet, ada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang merupakan rivalnya di Pilpres 2019. 

Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Bursah Zarnubi mengatakan, kesediaan Gerindra bergabung di pemerintahan mungkin mengecewakan sebagian pendukung Prabowo-Sandiaga Uno. Begitu pula mengecewakan sebagian pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Namun, masyarakat diminta tetap berpikir positif dan memberikan kesempatan pemerintah menunjukkan kinerjanya. Apalagi, dengan bergabungnya dua kubu ini diharapkan dapat semakin meredakan perselisihan di akar rumput.

"Tapi marilah kita berpikir positif. Dengan bergabungnya dua figur yang bersaing ketat dan keras pada Pilpres lalu, perselisihan dan perkubuan di akar rumput diharapkan dapat cepat reda," ujarnya di Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Baca Juga: Prabowo Jadi Menhan Dinilai Separuh Permasalahan Sudah Selesai 

Sama halnya dengan DPR yang baru dilantik, menurut Bursah, spirit persatuan yang ditunjukkan para elit politik di parlemen dan kabinet diharapkan dapat mengatasi sisa-sisa konflik di masyarakat imbas Pilpres 2019.

Diskusi PGK Foto: Ist 

Bursah yang hadir dalam peringatan sumpah Pemuda dan forum seminar bertajuk "Menggelorakan Sumpah Pemuda Dalam Pembangunan Berkelanjutan" di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta Pusat menekankan, semangat persatuan para elit politik perlu ditiru oleh organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, yakni pihak memenangkan kompetisi perlu merangkul yang kalah.

"Dengan demikian organisasi tidak terpecah belah akibat munculnya pengurus tandingan," ujarnya.

Pemuda harus terus menggelorakan persatuan sebagai spirit Sumpah Pemuda. Energi pemerintah dan bangsa harus terfokus untuk mengejar berbagai ketertinggalan Indonesia dari bangsa lain. Ia menilai, perlu kekompakan seluruh elemen bangsa agar Indonesia dapat menjadi bangsa pemenang di tengah kerasnya persaingan global.

Baca Juga: Sekjen Perindo Apresiasi Jokowi Rangkul Partai Lawan Masuk Kabinet 

Dalam lima tahun ke depan, Indonesia menghadapi tantangan berat dan kompleks. Di antaranya, pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi turun akibat perang dagang global yang dimotori AS dan Cina.

Menurut Bursah, kondisi tersebut akan berpengaruh pada dinamika politik dan ekonomi nasional. Misalnya berdampak pada neraca perdagangan, merosotnya harga komoditas ekspor Indonesia, iklim investasi dan industri, dan penciptaan lapangan kerja.

"Roda perekonomian dalam negeri harus digerakkan, industri harus tumbuh dan berkembang agar tercipta lepangan kerja besar. Selain itu, kualitas SDM juga harus ditingkatkan, khususnya di bidang vokasional, agar bisa bersaing dengan tenaga kerja asing bahkan bisa memasuki pasar tenaga kerja Internasional," tuturnya.

Anggota Komisi I DPR Fraksi PAN Farah Puteri Nahlia menuturkan, ada tiga hal bagi anak muda yang harus diutamakan, yakni education, empowerment dan enterpreneurship. Pemuda harus memiliki semangat untuk maju dan berkembang guna berkontribusi untuk bangsa dan negara.

Farah menjelaskan, education adalah betapa pentingnya ilmu pengetahuan untuk membangun karakter diri sendiri dan bangsa. Empowerment ini terkait dengan pemberdayaan sumber daya manusia. Empowerment pemberdayaan ini adalah kombinasi dari education dan enterpreneurship.

Sedangkan enterpreneurship menyangkut jiwa kewirausahaan yang harus dimiliki semua anak bangsa. Enterpreneurship menjadi penting untuk menumbuhkan jiwa pemberani dalam membangun usaha dan kreatifitas meski penuh resiko.

"Kita harus bisa memberdayakan kemampuan kita tersebut sehingga kita bisa mencapai cita-cita kita," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini