Share

Tito Karnavian: Pemekaran Provinsi Papua Didasari Data Intelijen

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 30 Oktober 2019 19:56 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 30 337 2123802 tito-karnavian-pemekaran-provinsi-papua-didasari-data-intelijen-YjcinuV4k7.jpg Mendagri, Tito Karnavian. (Foto: Puspen Kemendagri)

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, dasar pemekaran provinsi baru di Papua berasal dari data intijen. Pemerintah ingin menjaga keamanan dan kondusifitas di Bumi Cendrawasih dengan menambah wilayah administratifnya.

"Ini kan situasional. Kita kan dasarnya data intelijen, kemudian data-data lapangan kita ada. Situasi nasional," ujar Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Pemerintah tengah memoratorium adanya pemekaran wilayah administratif baru. Menurut Tito, pemekaran provinsi baru di Papua juga diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi di Bumi Cendrawasih.

"Kita bicara masalah kesatuan dan persatuan bangsa, dan yang paling utama kecepatan itu dalam rangka percepatan pembangunan," ucapnya.

Foto: Istimewa

Mantan Kapolri itu menerangkan, adanya kelompok sparatis di Papua karena tingginya angka ketimpangan dan persoalan ekonomi di Papua. "Masalah di Papua adalah masalah ekonomi yang paling utama, saya kan mantan Kapolda di sana dua tahun. Jadi kalau percepatan ekonomi di Papua Barat, percepatan ekonomi, kita lihat juga kekerasan langsung menurun," imbuhnya.

Tito menerangkan, terdapat tiga provinsi baru yang ditargetkan bisa mekar di Papua di antaranya Papua Selatan, Papua Tengah dan Papua Pegunungan Tengah. Meski demikian, ia menyebut idealnya Papua memekarkan lima provinsi untuk mempercepat pembangunan di sana.

"Jadi di utara ada satu, tengah satu, bawah satu, itu kira kira idealnya. Idealnya lagi sih lima, tapi anggarannya nggak cukup. Itu kemudian kita melakukan bertahap. Sudah ada satu suara itu di Papua Selatan," kata dia.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini