nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Harus Kembali ke Asalnya!

Fahreza Rizky, Jurnalis · Rabu 30 Oktober 2019 22:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 30 337 2123790 kpk-harus-kembali-ke-asalnya-yoo8t7CtXU.jpg Gedung KPK. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus kembali pada fungsi awalnya sebagai lembaga penindakan. Karena itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap perlu menerbitkan Perppu untuk mencabut UU KPK hasil revisi.

"Perppu ini bagus, paling tidak mengingatkan orang dan mendorong Presiden untuk, memang KPK harus dikembalikan kepada marwahnya yang lama. Kalau enggak, dia akan berakhir sebagai lembaga pencegahan," kata Fickar usai menghadiri diskusi bertajuk ‘Sodor Perppu, Selamatkan KPK!’ di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2019).

Fickar berujar, tugas pencegahan korupsi bisa dilakukan oleh khalayak luas dan lembaga lainnya. Misal bisa dilakukan oleh para pemuka agama, inspektorat-inspektorat dan lain sebagainya. Namun fungsi penindakan khusus dimiliki oleh lembaga antirasuah.

"Ada KPK saja banyak korupsi, apalagi tidak ada KPK. Sebenarnya itu. KPK itu sebenarnya kalau mau dilihat dia penyalur (aspirasi) masyarakat. OTT itu kan laporan masyarakat semua. Tanpa laporan, enggak ada itu KPK bisa OTT," tuturnya.

Abdul Fickar Fajar. (Foto: Okezone.com/Fahreza Rizky)

Fickar menyoroti kegiatan proyek fisik di era Jokowi yang jumlahnya cukup banyak. Menurut dia hal itu akan berbahaya jika tidak ada pengawasan dari KPK. Karena itu KPK secara kelembagaan mesti diperkuat, bukan justru dikerdilkan menjadi lembaga pencegahan korupsi semata.

"Jadi konsekuensi secara politisnya adalah orang akan menganggap bahwa di zaman Pak Jokowi lah pemberantasan korupsi menjadi lemah. KPK hanya diturunkan menjadi lembaga pencegahan yang kerjanya hanya pendidikan dan penyuluhan," ucapnya.

Peran Menko Polhukam

Fickar menyebut peran Menko Polhukam Mahfud MD sangat penting dalam wacana penerbitan Perppu KPK. Pasalnya, Mahfud disebut menjadi orang kepercayaan Jokowi di bidang hukum dan keamanan. Ia pun yakin Mantan Ketua MK itu memiliki komitmen yang sama dengan masyarakat.

"Saya kira Pak Mahfud punya strategi sendiri ya jangan juga kita dorong terus ya, nanti dia enggak enak juga denga Pak Jokowi. Dengan strateginya dia diem-diem tapi kemudian menghasilkan. Kita harap begitu. Saya percaya bahwa Beliau (Mahfud MD) masih punya komitmen. Komitmen seperti ketika dia masih di luar," ucap Fickar. 

"Dia punya kedudukan strategis untuk melahirkan atau tidak melahirkan Perppu. Karena dia kan dipercaya sebenarnya oleh Pak Jokowi memegang, mengkoordinatori beberapa kementerian," sambungnya.

Diketahui, para tokoh nasional ikut pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Negara beberapa waktu lalu. Usai pertemuan, Kepala Negara menyebut akan mempertimbangkan penerbitan Perppu untuk mencabut UU KPK hasil revisi. Namun hingga kini Jokowi belum juga mengeluarkan aturan hukum tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini