Lukman Hakim Saifuddin Disebut Mengintervensi untuk Loloskan Jabatan Pegawai Kemenag

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 30 Oktober 2019 17:06 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 30 337 2123718 lukman-hakim-saifuddin-disebut-mengintervensi-untuk-loloskan-jabatan-pegawai-kemenag-aP26tFAZT3.jpg Mantan Menteri Agama Lukman Haki Saifuddin (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kembali menggelar sidang lanjutan perkara dugaan jual-beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) untuk terdakwa mantan Ketum PPP, M Romahurmuziy alias Romi, pada hari ini. Agenda persidangan masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Salah satu saksi yang dihadirkan pada persidangan kali ini yaitu, ‎mantan Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Agama (Kemenag) Ahmadi. Dalam persidangan, Ahmadi mengakui bahwa ada intervensi dari mantan Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin terkait pelolosan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemenag Jawa Timur.

"Waktunya (mengenai pertemuan) lupa tapi, yang jelas menjelang pengumuman tiga besar. Ya intinya (Menag Lukman menyampaikan) bahwa Haris masuk tiga besar," kata Ahmadi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2019).

Mantan Menteri Agama Lukman Hakim (Foto : Okezone.com)

Haris Hasanuddin sendiri merupakan terpidana pemberi suap terhadap Romahurmiy. Haris Hasanuddin divonis bersalah oleh majelis Hakim Pengadilan Tipikor karena terbukti menyuap Romahurmuziy ‎sebesar Rp225 juta agar mendapat jabatan sebagai Kakanwil Kemenag Jatim.

Ahmadi mengaku ada permintaan dari Lukman Hakim Saifuddin agar Haris Hasanuddin diloloskan masuk tiga besar sebagai calon Kakanwil Kemenag Jatim. Namun, Ia mengklaim tidak ada penjelasan lebih detail terkait permintaan tersebut.

"Tidak ada penjelasan lebih jauh, tetapi yang jelas harus masuk (tiga besar)," ujarnya.‎

Ahmadi sendiri saat itu sedang menjabat Ketua Panitia Pelaksana seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di Kemenag. Ia dipanggil oleh mantan Menag Lukman Hakim Saifuddin untuk membicarakan masalah Haris Hasanuddin.

Baca Juga : DPR Setuju Komjen Idham Azis Jadi Kapolri

Menurut Ahmadi, saat dipanggil Lukman, juga terdapat Sekretaris Jenderal Kemenag Nur Kholis Setiawan. Nur Kholis, lanjut Ahmadi, juga menjelaskan kepada Lukman bahwa Haris sebenarnya berada di peringkat 4. Namun, menurut Ahmadi, Lukman tidak menanggapi penjelasan Nur Kholis tersebut.

"Tidak ada tanggapan (dari) beliau (Lukman)," kata Ahmadi.

Dalam perkara ini, Romahurmuziy didakwa menerima suap dari mantan Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Haris Hasanuddin dan mantan Kepala Kantor Kemenag Gresik, M Muafaq. Wirahadi. Jaksa KPK menyebut perbuatan itu dilakukan Rommy bersama-sama Menag Lukman Hakim.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini