JK Sebut Bangsa Indonesia Dibentuk karena Kesadaran Bertoleransi

Sarah Hutagaol, Okezone · Selasa 29 Oktober 2019 23:13 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 29 337 2123389 jk-sebut-bangsa-indonesia-dibentuk-karena-kesadaran-bertoleransi-N2UhOZV9pr.jpg Jusuf Kalla (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Wakil Presiden Indonesia RI ke-12, Jusuf Kalla menyebutkan bahwa bangsa Indonesia didirikan, dan menjadi negara besar berdasarkan sikap toleransi.

Pasalnya, menurut pria yang kerap disapa JK itu jika bangsa Indonesia tidak memiliki tolerasi, maka persatuan yang selama ini dijaga justru akan menimbulkan beberapa konflik antar wilayah.

Hal ini disampaikan Jusuf Kalla, saat memberikan sambutan pidato Sumpah Pemuda dalam acara Satu Nusantara, di kantor Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas), Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

"Kita sudah membentuk bangsa dengan kesadaran kita ialah bertoleransi dengan yang lainnya. ada suku yang besar, ada suku menengah dan kecil tetap merupakan bagian bangsa," ucap JK, Selasa (29/10/2019).

 Jusuf Kalla

Lebih lanjut, JK pun kemudian memberikan contoh kisah bapak bangsa terdahulu yang menentukan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi bangsa Indonesia yang sebelumnya berasal dari bahasa melayu.

"Para bapak bangsa memilih bahasa indonesia yang asalnya dari bahasa melayu, yang hanya dipakai kurang lebih 15 persen penduduk pada waktu itu. Tidak memakai bahasa Jawa yang sebenarnya dipakai lebih dari setengah penduduk Indonesia," ungkapnya.

"Jadi bagaimana tolerannya, para pendiri bangsa dalam hal-hal menjaga persatuan bangsa itu. Jadi memang inti persatuan salah satunya disamping bercita-cita melaksanakan tujuan bersama, intinya adalah toleran," paparnya.

 Jusuf Kalla

Maka dari itu, JK berharap para pemuda bangsa untuk bersatu. Ia pun meyakini jika semua bersama bergandengan tangan untuk kemajuan negara maka cita-cita bangsa bisa diraih secara mudah.

"Sekarang ini mestinya bersatu untuk kemajuan, dan keadilan. karena itu maka kalau kita ingin berbicara tentang generasi muda yang memikirkan masa depan tentu ialah melaksakan hal-hal apa yang bisa mencapai tujuan berbangsa itu," tutup JK.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini