nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bamsoet Yakin Jumlah Korban Narkoba Tak Cuma Ditekan, tapi Bisa Dihilangkan

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Selasa 29 Oktober 2019 22:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 29 337 2123381 bamsoet-yakin-jumlah-korban-narkoba-tak-cuma-ditekan-tapi-bisa-dihilangkan-DaRsq6TFOj.jpg Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto : Okezone.com/Harits)

JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet mengatakan perang melawan merupakan sebuah keniscayaan. Hal tersebut diungkapkannya saat menghadiri acara yang digelar Pemuda Pancasila di Hotel Sultan, Jakarta.

“United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations) untuk urusan narkoba dan kejahatan, pada 2018 lalu melaporkan bahwa Indonesia bersama Australia, dan Malaysia, masuk dalam segitiga emas perdagangan metafetamin atau sabu,” ujar Bamsoet dalam keterangan yang diterima, Selasa (29/10/2019).

Bamsoet menjelaskan, berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2018, kata Bamsoet, sekitar 2,2 juta mahasiswa terpapar Narkoba. Karena itu, dirinya berharap kader Pemuda Pancasila bisa jadi teladan bagi pemuda lainnya.

"Sehingga bukan hanya mampu menekan jumlah korban Narkoba, melainkan bisa menghilangkan,” ujarnya.

Pemuda Pancasila menerima 2 penghargaan dari Muri (Foto : Istimewa)

Dalam acara tersebut, Pemuda Pancasila menerima penghargaan rekor MURI atas kategori Ikrar Sumpah Pemuda oleh Anggota Ormas Terbanyak dan Ikrar Anti Narkoba oleh Anggota Ormas Terbanyak.

Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila (PP) Japto Soerjosoemarno, menegaskan bahwa penghargaan dua rekor MURI yang diterima Pemuda Pancasila tak boleh hanya menjadi penghias dinding semata.

Baca Juga : JK Sebut Banyak Konflik Besar Terjadi karena Ketidakadilan

“Melainkan harus menjadi pendobrak semangat, agar seluruh kader Pemuda Pancasila bisa meningkatkan kualitas diri,” ujar Japto.

Kader Pemuda Pancasila, kata Japto, harus menjadi pelopor jihad melawan narkoba, bukan malah menjadi korban apalagi bandar. "Dimulai dari Pemuda Pancasila, kita bebaskan generasi muda Indonesia dari jurang Narkoba,” kata dia.

Sekjen Pemuda Pancasila, Arif Rahman menyampaikan, terkait Sumpah Pemuda, para pemuda pada masa pergerakan 1928 bisa menyadari arti pentingnya persatuan.

“Yakni melalui pengakuan atas bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan, Indonesia. Maka pemuda masa kini tak boleh mundur ke belakang dengan kembali terkotak-kotak dalam sekat SARA,” kata Arif Rahman.

Nama besar Pancasila dalam organisaasi Pemuda Pancasila, sambungnya, tak boleh dianggap hanya menjadi pelengkap, tapi sebagai penguat serta meneguhkan perjuangan dalam menjaga Indonesia.

“Jika pemuda di awal pergerakan sudah mengikrarkan bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan, Indonesia, maka pemuda masa kini melalui Pemuda Pancasila harus menyempurnakan dengan mengikrarkan berideologi satu, ideologi Pancasila,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini