nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tiba di Palu, Jokowi Langsung Tinjau Pembangunan Hunian untuk Korban Gempa

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Selasa 29 Oktober 2019 13:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 29 337 2123075 tiba-di-palu-jokowi-langsung-tinjau-pembangunan-hunian-untuk-korban-gempa-qtBNne7nCC.jpg Presiden Jokowi kunjungan kerja ke Palu untuk tinjau pembangunan hunian untuk korban gempa dan tsunami. (Foto : Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana langsung meninjau proyek penyediaan hunian tetap bagi korban gempa begitu tiba di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (29/10/2019). Sebelumnya, Presiden dan rombongan bertolak dari Kota Ambon dan mendarat di Kota Palu sekira pukul 11.10 Wita.

Dalam keterangannya kepada awak media seusai peninjauan, Presiden Jokowi mengakui perkembangan proyek tersebut agak terhambat oleh masalah pembebasan lahan. Namun, Kepala Negara memastikan hal tersebut sudah ditangani setelah dirinya menelepon langsung Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil.

"Ya ini setelah lebih dari setahun memang progresnya agak lambat karena masalah yang berkaitan dengan lahan, pembebasan lahan, terutama untuk relokasi hunian tetap. Tapi, kalau yang bangun individu, ini sebagian sudah berjalan. Tapi, tadi saya pastikan dari Pak Gubernur, Bupati yang ada, saya telepon Menteri (Agraria dan Tata Ruang), alhamdulillah urusan lahan sudah rampung," kata Presiden di lokasi proyek hunian tetap Duyu di Kecamatan Tatanga.

Menurutnya, setelah masalah lahan selesai, hal berikutnya yang sedang dikerjakan adalah proses lelang. Setelah proyek hunian tetap Duyu ini selesai, proyek serupa di Kabupaten Sigi juga akan dilelangkan, sebelum masuk ke tahapan konstruksi.

Presiden Jokowi kunjungan kerja di Palu tinjau pembangunan hunian untuk korban gempa dan tsunami. (Foto : Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris)Presiden Jokowi kunjungan kerja di Palu tinjau pembangunan hunian untuk korban gempa dan tsunami. (Foto : Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris)

"Memang ini bukan pekerjaan kecil, ada 11 ribu hunian rumah yang harus kita siapkan, relokasi. Contoh di sini, ini baru yang sudah siap dikerjakan untuk 450 (rumah-red). Yang di Sigi 1.500 (rumah-red), tetapi yang dalam proses lelang 500 (rumah-red). Ini juga semuanya seperti itu," ujarnya.

Kepala Negara berharap proses konstruksi bisa segera dimulai di awal tahun. Pengerjaan konstruksi hunian tetap Duyu akan dilakukan secara pararel dengan proyek di Sigi pada Januari 2020.

"Kita harapkan pertengahan sampai akhir tahun bisa diselesaikan semuanya," katanya.

Selain rekonstruksi rumah warga, pemerintah juga akan memperbaiki fasilitas-fasilitas publik seperti bandara dan pelabuhan. Menurut Kepala Negara, perbaikan akan segera dilakukan setelah proses lelang selesai karena anggaran untuk rehabilitasinya sudah siap.

"Tetapi juga ini butuh waktu. Ini masih dalam proses lelang dan segera dikerjakan sudah selesai," ujarnya.

Adapun untuk perbaikan di sektor pertanian, Presiden mengatakan, pemerintah akan memprioritaskan pengerjaan irigasi. Presiden menyebut irigasi untuk mengairi lahan pertanian seluas 1.700 hektare dari total kebutuhan 7.000 hektare akan dikerjakan tahun ini.

"Irigasi ini akan dikerjakan terlebih dahulu tahun ini untuk 1.700 hektare tanah pertanian dari kebutuhan 7.000 hektare. Ini akan juga akhir tahun depan selesai 1.700, kemudian 2021 akan diselesaikan semuanya untuk yang 7.000 hektare," tuturnya.

Baca Juga : Pemerintah Salurkan Rp1,9 Triliun untuk Penanganan Gempa Palu

Turut mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Iriana dalam peninjauan ini antara lain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sosial Juliari Batubara, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, dan Wali Kota Palu Hidayat.

Baca Juga : Presiden Jokowi Tinjau Posko Pengungsi Pasca-Gempa Maluku

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini