Share

Tito Karnavian Beberkan Tantangan saat Jadi Kapolri di Hadapan Anggota Bhayangkari

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 29 Oktober 2019 13:21 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 29 337 2123071 tito-karnavian-beberkan-tantangan-saat-jadi-kapolri-di-hadapan-anggota-bhayangkari-TqEVq38wja.JPG Mendagri Tito Karnavian (Foto: Puspen Kemendagri)

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menyampaikan beberapa tantangan dan keluh kesahnya ketika menjabat sebagai Kapolri. Menurutnya, tugas berat sempat menderanya terkait dengan pemberantasan terorisme dan pengamanan Pemilu 2019.

Hal itu dikatakannya dalam acara penyerahan tugas dan tanggung jawab Ketua Umum Bhayangkari dan Ketua Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari kepada Wakil Ketua Bhayangkari dan Wakil Ketua Pembina Yayasan Bhayangkari di Auditorium STIK-PTIK, Jakarta Selatan, Selasa (29/10/2019).

“Selama 3 tahun 3 bulan menjabat sebagai Kapolri, saya merasakan dukungan yang sangat luar biasa dari jajaran Bhayangkari termasuk Yayasan Kemala Bhayangkari dan juga kaitan dengan aktivitas polwan. Saya merasakan cukup berat bertugas, kita berhadapan dengan peristiwa-peristiwa besar, terutama dinamika poltik yang berdampak pada keamanan,” tuturnya.

Ia mengatakan, selama menjabat sebagai Kapolri, dirinya merasakan dukungan yang luar biasa dari jajaran Bhayangkari. Atas dukungan tersebut, Tito mengakui dapat melewati segala dinamika yang cukup berdampak pada keamanan.

Selama melaksanakan tugasnya sebagai Kapolri, ia merasakan begitu kuat dukungan jajaran kepolisian di daerah dalam mengatasi berbagai persoalan. Dari mulai terorisme hingga suksesi pilkada serta pemilu serentak 2019 yang telah berjalan aman dan lancar dengan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi sebagai bentuk dukungan dari sisi keamanan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada kapolda-kapolda, kasus-kasus yang terjadi cukup besar, yang menyita perhatian nasional, terorisme, tahun 2018 lebih berat lagi karena 171 yang melaksanakan pilkada itu cukup keras. Lebih keras lagi pemilu yang pertama kali serentak di tahun 2019, presiden/wapres ditambah dengan empat tingkatan parlemen, DPD, DPR RI, DPRD tingkat I dan tingkat II, dan dilakukan serentak pada waktu satu hari. Itu adalah pemilu yang mungkin paling besar sedunia,” papar Tito.

Dalam menghadapi berbagai persoalan tersebut, Tito mengakui tak sedikit aparat yang telah gugur dalam tugasnya. Hal tersebut merupakan bagaian dari resiko untuk melindungi bangsa dan negara.

Oleh karenanya, ia mengucapkan terimakasih atas dukungan dan dedikasi tersebut dan berharap keluarga tetap memberikan dukungan untuk mengutamakan tugas negara.

“Banyak sekali saya kira dukungan-dukungan dalam semua kegiatan itu, dan cukup banyak anggota-anggota Polri yang gugur dalam tugasnya, baik di daerah konflik, Papua, Poso, terkena serangan teror, demonstrasi, mulai dari yang luka, bahkan ada yang gugur dalam aksi demo. Inilah resiko kita sebagai Bhayangkara Negara. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada ibu-ibu Bhayangkari karena telah banyak memberikan kontribusi. Saya memahami bagaimana perasaan keluarga, khawatir, saya mohon memberikan dukungan agar mereka semangat, tugas negara diutamakan,” tutup Tito.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini