nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pejabat Ditjen PAS Kemenkumham Diperiksa KPK Terkait Suap Izin Keluar Lapas Sukamiskin

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 29 Oktober 2019 11:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 29 337 2122994 pejabat-ditjen-pas-kemenkumham-diperiksa-kpk-terkait-suap-izin-keluar-lapas-sukamiskin-I4IUU40Vqi.jpg Gedung KPK. (Foto : Okezone.com)

JAKARTA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Kasubdit Kegiatan Kerja Produksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkumham, Tuti Nurhayati, untuk diperiksa sebagai saksi pada hari ini.

Sedianya‎, Tuti Nurhayati akan digali kesaksiannya terkait kasus dugaan suap pemberian fasilitas atau perizinan keluar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin, Jawa Barat. Dia diperiksa untuk tersangka Direktur Utama (Dirut) PT Glori Karsa Abadi, Rahadian Azhar (RAZ).

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RAZ," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (29/10/2019).

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (Foto : Okezone.com)

Selain Tuti, penyidik memanggil satu saksi lainnya, yaitu Kasubbag Program Kanwil Jawa Barat Kemenkumham‎, Edwin Wiryawan. Edwin juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Rahadian Azhar.

Sebelumnya, KPK menetapkan lima orang tersangka terkait pengembangan kasus dugaan jual-beli fasilitas di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Pengembangan perkara itu dilakukan setelah KPK menemukan adanya keterlibatan pihak lain.

Kelima tersangka itu ialah Wahid Husen dan Deddy Handoko yang merupakan mantan Kalapas Sukamiskin, terpidana Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi Rahadian Azhar, dan almarhum Fuad Amin.

Mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein. (Foto: Okezone.com)

KPK menghentikan proses penyidikan terhadap Almarhum Fuad Amin karena telah meninggal dunia. KPK sudah meningkatkan perkara dari penyelidikan ke penyidikan terhadap Fuad Amin sebelum meninggal dunia.

Dalam proses penyidikan ini, KPK menduga telah terjadi pemberian beberapa mobil mewah dari narapidana kepada Kalapas Sukamiskin ketika itu.


Baca Juga : Eks Kalapas Sukamiskin Sudah Tahu Kembali Jadi Tersangka Penerima Suap oleh KPK

Pemberian dari narapidana kepada Kalapas Sukamiskin itu diduga kuat agar warga binaan mendapatkan fasilitas yang mewah dan bebas keluar masuk dari balik jeruji besi.


Baca Juga : Kepala Divisi Administrasi Kanwil Kemenkumham Jabar Diperiksa KPK

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini