nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Operasi Pengamanan Pemilu dan Pelantikan Presiden Resmi Ditutup

Muhamad Rizky, Jurnalis · Selasa 29 Oktober 2019 10:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 29 337 2122976 operasi-pengamanan-pemilu-dan-pelantikan-presiden-resmi-ditutup-brZj0sHAC9.jpg Apel petugas kepolisian. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)

JAKARTA – Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya menggelar apel penutupan operasi pemilu serentak dan pelantikan presiden dengan sandi 'Mantap Brata'. Upacara penutupan dilangsungkan di Halaman Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.

"Pada pagi ini kita melaksanakan apel konsolidasi setelah kita melaksanakan operasi terpusat Mantap Brata yang kita laksanakan mulai 21 Oktober 2018 yang berakhir 22 Oktober 2019 ini," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono, Selasa (29/10/2019).

Baca juga: Polisi yang Terlibat Kasus Kerusuhan 21-23 Mei Harus Diproses Pidana 

Ia mengucapkan terima kasih kepada anggota TNI-Polri yang telah melakukan pengamanan pemilu serentak hingga pelantikan presiden. Menurut dia, keberhasilan itu hanya bisa dilakukan dengan kesolidan TNI-Polri.

Ilustrasi apel pasukan TNI. (Foto: Dok Okezone)

"Saya ingin sampaikan ucapan terima kasih. Apresiasi atas segala upaya, dedikasi, loyalitas para prajurit TNI-Polri yang meluangkan waktu, tenaga, pikirannya. Bahkan ada yang meninggalkan keluarganya dari jauh untuk ke Ibu Kota untuk amankan ini," ungkap Gatot.

Baca juga: Menanti Jerat Hukum Pelaku Kekerasan Aksi 21-23 Mei 

Dia juga menyinggung perihal ada beberapa anggota TNI-Polri yang terluka, bahkan meninggal dunia, dalam menyukseskan pemilu serentak. Gatot mendoakan agar prajurit yang wafat mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala.

"Kita berdoa mudah-mudahan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala. Marilah kita berdoa untuk saudara-saudara kita yang telah mendahului saat melakasnasn tugas-tugas Mantap Brata ini. Mudah-mudahan saudara kita diterima di sisi-Nya," papar Gatot.

Sementara Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono juga mengucapkan terima kasih kepada para pasukan yang telah bekerja keras menyukseskan pemilu serentak. Ia mengingatkan bahwa soliditas TNI-Polri sangat nyata sehingga gelaran ini bisa diamankan dengan baik.

Baca juga: Rekomendasi Komnas HAM Terkait Kerusuhan 21-23 Mei 

"Di mana pun Anda bertugas dan kembali ke tempat masing-masing tetap jaga soliditas TNI-Polri. Bukan hanya slogan, soliditas TNI-Polri itu suatu yang nyata. Kita sudah buktikan dari tahapan kampanye lalu. Kita semua sudah merasakan bagaimana kalau kita bahu-membahu semua dapat kita selesaikan dengan baik," papar eko.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada jajaran anggota Polri apabila selama bertugas berbuat salah.

Baca juga: Komnas HAM Temukan Dugaan Pelanggaran saat Kerusuhan 21-23 Mei, Ini Respons Polri 

"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf apabila selama kita bertugas ada jajaran anggora TNI yang mungkin berbuat, berkata yang singgung perasaan. Saya mewakili memohon maaf ke semua," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini