nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemimpin ISIS Tewas, Pengamanan Pejabat Indonesia Diminta Diperketat

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 29 Oktober 2019 07:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 29 337 2122903 pemimpin-isis-tewas-pengamanan-pejabat-indonesia-diminta-diperketat-w3vK4SC2jW.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Pengamat terorisme, Zaki Mubarak, meminta petugas kepolisian mempertebal pengamanan pejabat-pejabat negara. Hal itu untuk mengantisipasi aksi amaliah yang dilakukan jaringan terorisme yang terafiliasi dengan kelompok ISIS.

Ia menilai tewasnya pemimpin ISIS, Abu Bakar al Baghdadi, dalam serangan militer Amerika Serikat dapat memicu kemarahan para simpatisannya yang berdomisili di Indonesia. Dirinya memprediksi mereka akan melakukan penyerangan secara individu karena kekuatan dananya untuk melaksanakan aksi amaliah sudah mulai menipis.

“Untuk melakukan amaliah terhadap objek-objek vital asing perlu sumber daya yang tinggi. Para pendukung ISIS saat ini tidak cukup sumber dayanya untuk melakukan serangan-serangan berskala besar dan massif. Saya menduga mereka masih akan menggunakan pola-pola serangan individual dengan senjata ala kadarnya, karena baru seperti itulah yang mereka mampu lakukan saat ini,” kata Zaki kepada Okezone, Selasa (29/10/2019).

 Baca juga: Polri Dalami Identitas Perempuan Petempur ISIS Asal Indonesia yang Tewas di Suriah

Ia berharap kejadian penyerangan yang pernah menimpa mantan menko polhukam Wiranto beberapa waktu lalu di Banten tidak terjadi lagi.

“Jadi polisi tidak boleh lengah, pengawalan terhadap pejabat negara juga terus diperkuat, sehingga tragedi seperti yang menimpa Pak Wiranto tidak terulang lagi,” katanya.

Menurut dia, tewasnya Baghdadi merupakan pukulan keras bagi kelompok-kelompok jihadis pendukung ISIS. Namun dalam waktu dekat sosok Baghdadi itu pasti akan digantikan oleh petinggi ISIS lainnya.

“Mereka ini terikat akan kewajiban adanya imam. Kita masih menunggu siapa imam atau khalifah yang baru yang dipilih nantinya,” ujar dia.

 Baca juga: 120 WNI Eks ISIS Akan Dipulangkan ke Indonesia, Ketum PBNU: Hati-Hati!

Sebagaimana dikutip dari Reuters, Minggu 27 Oktober 2019, seorang pejabat AS mengatakan Abu Bakar al Baghdadi menjadi target dalam serangan. Namun, tidak dijelaskan apakah serangan itu berhasil.

Sementara komandan salah satu faksi di Suriah, Idlib, mengatakan Badhdadi diyakini tewas dalam serangan pada Sabtu 26 Oktober 2019. Serangan tersebut melibatkan helikopter dan pesawat tempur di desa dekat perbatasan Turki.

Dua sumber keamanan di Irak dan Iran juga mengatakan sudah menerima informasi bahwa Baghdadi telah tewas.

"Iran diberi tahu tentang kematian Baghdadi oleh para pejabat Suriah yang mendapatkannya dari lapangan," kata salah satu pejabat.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini