nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kepala Divisi Administrasi Kanwil Kemenkumham Jabar Diperiksa KPK

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 28 Oktober 2019 10:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 28 337 2122533 kepala-divisi-administrasi-kanwil-kemenkumham-jabar-diperiksa-kpk-HgsrWo8m4W.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah (foto: Arie/Okezone)

JAKARTA- Kepala Divisi (Kadiv) Administrasi Kanwil Kemenkumham Jawa Barat, Ceno Hersusetiokartiko diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap jual-beli fasilitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin.

Sedianya, Ceno akan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi Rahadian Azhar.

Baca Juga: Eks Kalapas Sukamiskin Sudah Tahu Kembali Jadi Tersangka Penerima Suap oleh KPK 

"Yang bersangkutan akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (28/10/2019).

Suasana di Lapas Sukamiskin Bandung Pasca-Kalapas Terjaring OTT KPK 

Selain itu, penyidik lembaga antirasuah juga melakukan pemeriksaan terhadap Staff Marketing Omega Motor Bandung, Dewi Susana.

Dalam jadwal pemeriksaan yang dirilis KPK, Dewi akan diperiksa untuk tersangka Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

"Dia akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam perkara ini," ujar Febri.

KPK melakukan pengembangan terkait dengan kasus dugaan jual-beli fasilitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Mengingat, dalam dalam proses penyelidikan pihaknya menemukan adanya keterlibatan pihak lain.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan lima orang tersangka. Mereka adalah, Wahid Husen dan Deddy Handoko yang merupakan mantan Kalapas Sukamiskin, terpidana Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi Rahadian Azhar, dan Alm Fuad Amin.

Untuk tersangka Alm Fuad Amin saat ini telah meninggal dunia dalam proses penyidikannya. Sehingga, tuntutan pidana pada Alm Fuad Amin dihentikan lantaran meninggal dunia.

Suasana di Lapas Sukamiskin Bandung Pasca-Kalapas Terjaring OTT KPK 

Dalam proses penyidikan ini, KPK menduga bahwa telah terjadi pemberian beberapa mobil mewah dari narapidana kepada Kalapas Sukamiskin ketika itu.

Pemberian dari narapidana kepada Kalapas Sukamiskin itu diduga kuat agar warga binaan mendapatkan fasilitas yang mewah dan bebas keluar masuk dari balik jeruji besi.

Dalam perkara ini, Wahid Husen dan Deddy Handoko disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Baca Juga: Wahid Husein dan Wawan Jadi Tersangka Gratifikasi Fasilitas Lapas Sukamiskin 

Lalu, untuk Wawan dan Alm Fuad Amin dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sedangkan, Rahadian disangkakan melanggar disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini