Peringati Sumpah Pemuda, Ketua MPR Soroti Ancaman Bangsa di Tengah Arus Globalisasi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 28 Oktober 2019 06:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 28 337 2122457 peringati-sumpah-pemuda-ketua-mpr-soroti-ancaman-bangsa-di-tengah-arus-globalisasi-4deQJlRwMG.jpg Bambang Soesatyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo (Bamsoet) angkat bicara soal ancaman-ancaman bangsa bertepatan dengan peringatan sumpah pemuda yang jatuh pada hari ini, Senin (28/10/2019).

Politikus Golkar itu menyoroti berbagai ancaman bangsa di tengah derasnya arus globalisasi. Menurut Bamsoet, ancaman bangsa yang dihadapi para pemuda saat ini, berbeda dengan 91 tahun silam atau sebelum Indonesia merdeka.

"Saat ini kita hidup di era globalisasi yang ditandai dengan kecepatan dan kemudahan arus informasi dan komunikasi. Lompatan kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi telah menembus batas-batas kedaulatan negara," kata Bamsoet melalui pesan singkatnya kepada Okezone, Senin (28/10/2019).

Bamsoet

Baca Juga: Ketua MPR: Sumpah Pemuda Tahun Ini Jadi Refleksi Sejarah Kesadaran Anak Bangsa

Mantan Ketua DPR RI tersebut menjelaskan bahwa, ‎arus informasi dan komunikasi yang semakin terbuka lebar memberikan banyak peluang bagi kemajuan bangsa. Namun, pada saat yang bersamaan, kemudahan arus informasi dan komunikasi juga membawa ancaman terhadap bangsa.

"Ancaman terhadap ideologi kita Pancasila, ancaman terhadap nilai-nilai luhur bangsa kita, ancaman terhadap adab sopan santun kita, ancaman terhadap tradisi dan seni budaya kita, serta ancaman terhadap warisan kearifan-kearifan lokal bangsa kita," ucapnya.

Ancaman tersebut yakni masuknya nilai-nilai individualisme, liberalisme, dan ekstrimisme di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Ancaman-ancaman tersebut masuk ke Indonesia dengan mendompleng arus globalisasi.

"Dengan membonceng fenomena globalisasi, nilai-nilai individualisme, liberalisme, dan ekstrimisme telah ditransformasikan secara terstruktur, sistematis dan masif, seolah harus diterima sebagai standar nilai baru yang terbaik dalam pembangunan sistem politik, ekonomi, dan budaya di Indonesia," katanya.

Oleh karenanya, Bamsoet meminta agar anak-anak muda Indonesia menjadi barisan paling depan yang menanamkan serta menyebarkan nilai-nilai Pancasila ke seluruh pelosok negeri.‎ Hal itu, untuk melawan ancaman-ancaman yang dapat merusak bangsa dan negara Indonesia.

"Saya selaku Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI, mengajak Para Pemuda untuk berada di garda terdepan dalam membumikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, yaitu selalu menghadirkan nilai-nilai dan keutamaan Pancasila dalam praksis keseharian," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini