Mahfud MD: Orang Islam jika Radikal Hancur Negara!

Dina Prihatini, Okezone · Minggu 27 Oktober 2019 15:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 27 337 2122295 mahfud-md-orang-islam-jika-radikal-hancur-negara-eGTv4JKKEi.jpg Menko Polhukam, Mahfud MD (Foto: Okezone.com/Dede Kurniawan)

PONTIANAK - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengungkapkan bahwa Indonesia dan Islam adalah satu paket yang tak bisa dipisahkan. Ia menegaskan bahwa paham radikal yang bisa memecah belah bangsa sangat tidak bisa ditolerir.

"Sehingga upaya untuk memecah belah Indonesia dengan cara yang radikal itu tidak bisa dibenarkan," kata Mahfud saat menghadiri dialog kebangsaan Korps Alumni HMI (KAHMI) di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu, 27 Oktober 2019 malam.

Menurutnya radikalisme bisa berada di mana saja, sehingga jika melawan sistem yang sudah mapan tanpa prosedur-prosedur untuk melakukan perubahan secara gradual, maka jelas itulah yang disebut dengan paham radikal.

"Orang Islam jika radikal maka hancur negara, tapi karena orang Islam di Indonesia tidak radikal maka negara ini aman. Kebetulannya, yang radikal ada yang Islam, ada yang tidak dan harus dilawan," ujarnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu meyakinkan bahwa tidak ada sistem negara khilafah dalam Islam, melainkan prinsip khilafah dan itu diakuinya memang tertuang dalam Alquran.

Ilustrasi Radikalisme

"Masyarakat di Kalbar jangan terpengaruh radikalisme. Generasi ke depan hendaknya terus menanamkan sikap bangga terhadap negaranya untuk mewujudkan Indonesia emas. Radikalisme itu jangan disalahartikan bahwa radikal itu orang islam. Orang Islam itu jauh lebih banyak yang tidak radikal," katanya menegaskan.

Mahfud juga mengingatkan kepada para alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) agar berkontribusi membantu pemerintah dalam mewujudkan Indonesia emas. Sehingga mewujudkan Indonesia emas tahun 2045 yang penduduknya sejahtera, bahagia lahir dan batin.

"Untuk menuju Indonesia emas, kita sudah mempunyai jembatan emas, yaitu kemerdekaan yang kita dapatkan dari hasil perjuangan para pejuang," ucap Mahfud.

Guru besar di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu menyebut bahwa Indonesia emas indikatornya digambarkan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea kedua.

"Untuk mewujudkan Indonesia emas, kita harus membangun rasa kebangsaan dan nasionalisme, sehingga kita harus menanamkan kebanggaan pada diri karena kita sudah merdeka dengan hasil perjuangan kita sendiri," tuturnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini