Muhammadiyah Kecewa Posisi Mendikbud Diisi Nadiem Makarim

Muhamad Rizky, Okezone · Sabtu 26 Oktober 2019 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 26 337 2122055 muhammadiyah-kecewa-posisi-mendikbud-diisi-nadiem-makarim-BzJN6FwAae.jpg Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Mumammadiyah Fahmi Salim. (Foto: Okezone.com/M Rizky)

JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fahmi Salim mengaku kecewa dengan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memilih Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Pemilihan itu keluar dari kebiasaan karena biasanya posisi tersebut diisi oleh Muhammadiyah.

"Kalaupun ada kekecewaan pasti, sebagaimana NU merasa dicuri ya portofolionya di Kementerian Agama (Kemenag). Setelah reformasi itu kan hampir semuanya dari unsur Nahdliyin," kata Salim di D'consulate, Jakarta Pusat, Sabtu (26/10/2019).

Salim khawatir penunjukan Nadiem sebagai Mendikbud memunculkan persepsi yang salah di masyarakat. Pasalnya, kementerian pendidikan merupakan salah satu pos strategis untuk membentuk kualitas anak bangsa ke depan.

Mendikbud Nadiem Makarim. (Foto: Okezone.com)

"Jangan sampai nanti di masyarakat lalu akan muncul persepsi bahwasanya penyusunan kabinet ini dilakukan agak serampangan gitu, tidak memperhatikan aspirasi, tidak memperhatikan situasi kebatinan rakyat dan stakeholder republik ini, ormas islam," ujarnya.

Lebih jauh Salim mengungkapkan, bahwa kementerian pendidikan memiliki peranan luas. Ia tidak hanya bicara persoalan pengembangan teknologi, melainkan bagaimana membentuk moral bangsa.

"Nah jadi bukan hanya persoalan teknologi. Karena inti dari pendidikan itu adalah moralitas bangsa. Tujuan pendidikan kita adalah membentuk siswa atau peserta didik yang beriman bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlaq mulia yang berkarakter," tukasnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini