Jokowi: Lebih 266 Orang Kecewa karena Tak Terpilih Jadi Menteri

Fadel Prayoga, Okezone · Sabtu 26 Oktober 2019 12:27 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 26 337 2122027 jokowi-lebih-266-orang-kecewa-karena-tak-terpilih-jadi-menteri-cq5n2LiDsY.jpeg Presiden Jokowi (Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan dirinya menerima 300 nama dari berbagai kalangan termasuk partai politik untuk menjadi menteri di Kabinet Indonesia Maju. Namun, hanya 34 orang yang terpilih dan menyingkirkan 266 nama lainnya.

"Oleh sebab itu saya sadar, mungkin yang senang dan gembira karena terwakili dalam kabinet itu hanya 34 orang yang dilantik. Yang kecewa berarti lebih dari 266 orang,” kata Jokowi saat membuka Musyawarah Besar X Pemuda Pancasila (PP) di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat Sabtu (26/10/2019).

“Pasti kecewa. Artinya yang kecewa pasti lebih banyak dari yang senang," lanjut Jokowi yang disambut riuh tepuk tangan para peserta dan tamu undangan Mubes PP.

 Jokowi

Presiden Jokowi membuka Mubes X PP (Okezone.com/Fadel)

Jokowi yang mengenakan kemeja loreng orannye hitam khas PP mengatakan dirinya tidak bisa memasukkan semua nama yang diusulkan menjadi menteri karena posisi yang tersedia terbatas.

Baca juga: Tak Dipilih Jadi Menteri, Hanura: Jokowi Hitung Kawan Berdasarkan Kalkulator

Ia meminta maaf kepada seluruh partai politik, relawan dan ormas-ormas yang telah mensukseskan pencalonan dirinya dengan KH Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 lalu, tapi tak bisa mengakomodasi untuk menempati jabatan di lembaga negara.

Baca juga: Tak Dapat Kursi Menteri dan Wamen, PKPI Pasrah

"Saya mohon maaf, tidak bisa mengakomodir semuanya. Karena sekali lagi, ruangnya hanya 34. Dan mungkin sebagian yang hadir juga ada yang kecewa. Itulah demokrasi, ada yang menang, dan kalah dalam pemilihan. Itulah meritokrasi. Ada yang terpilih, ada yang tidak terpilih. Kan memang melalui sistem seleksi," ujarnya.

Menurut dia, meski banyak yang kecewa namun hal itu tak akan menghambat perjalanan pemerintahannya dalam lima tahun mendatang.

"Saya yakin Indonesia ini memiliki budaya yang luhur, memiliki Pancasila yang mempersatukan kita. Perbedaan pendapat itu wajar. Perbedaan pilihan juga wajar. Tapi kesatuan, persatuan adalah segala-galanya buat kita," kata dia.

Ia menitipkan warisan leluhur para pahlawan Tanah Air berupa ideologi Pancasila kepada seluruh anggota PP agar menjaganya hingga akhir hayat.

"PP saya yakin akan terus menjaga Pancasila, menjadi motor pengamalan Pancasila untuk menjadi jalan bagi pencapaian indonesia yang maju, sejahtera. Ini penting, karena kita memang bercita-cita di 2045 adalah sebuah Indonesia emas, yang memiliki kekuatan yang besar," ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini