nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Projo Batal Bubar Setelah Budi Arie Jadi Wamen, Pengamat: Fenomena Biasa!

Fahreza Rizky, Jurnalis · Sabtu 26 Oktober 2019 07:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 26 337 2121963 projo-batal-bubar-setelah-budi-arie-jadi-wamen-pengamat-fenomena-biasa-XfGCSle9Vf.jpg Ketum Projo Budi Arie Setiadi yang Kini Jadi Wamenendes PDTT (foto: Okezone/Fakhrizal Fakhri)

JAKARTA - Ketua Umum relawan Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi didapuk menjadi Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT).

Padahal sebelumnya Projo sempat pamit dan ingin membubarkan diri diduga karena kecewa kepada Presiden Jokowi yang mengangkat rival politiknya, Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan).

Baca Juga: Jadi Wamen Jokowi, Ketum Projo Eksekutor yang Bisa Diandalkan 

Presiden Jokowi Perkenalkan Para Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju

Kekecewaan Projo mulai mereda ketika pimpinannya, Budi Arie Setiadi didapuk menjadi Wamendes PDTT. Projo disebut akan tetap berjalan selama kepemimpinan Jokowi.

Terkait itu, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin menilai fenomena itu biasa dalam politik.

"Fenomena biasa dalam politik. Banyak terjadi dalam setiap momentum politik. Karena di politik kita. Jika tak mengancam tak kebagian. Jika tak mengancam tak diperhatikan," kata Ujang saat dihubungi Okezone, Sabtu (26/10/2019).

Ujang melihat "ancaman" membubarkan diri yang dilakukan Projo bukanlah hal yang baik. Pasalnya, setiap persoalan bisa dimusyawarahkan. Kini Projo tidak jadi bubar setelah Budi Arie diangkat menjadi Wamendes PDTT.

Baca Juga: Jadi Wamendes PDTT, Ketum Projo Mulai Sayang dengan Prabowo 

"Mengancam itu karena belum dapat jabatan. Tapi ketika sudah dapat Wamen diam. Kita masih ingat. Tahun 2014 juga sama. Ada relawan yang mengancam-ancam Jokowi. Tapi ketika dikasih komisaris diam," jelasnya.

"Namun sesungguhnya cara ancam mengancam bukan lah cara yang baik dalam menyelesaikan persoalan. Setiap persoalan sejatinya harus dimusyawarahkan. Bukan ancam-mengancam," pungkas Ujang.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini