Gibran Sowan ke Megawati, PDIP Solo Sudah Siapkan Calon Sendiri di Pilwalkot

Bramantyo, Okezone · Jum'at 25 Oktober 2019 19:41 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 25 337 2121841 gibran-sowan-ke-megawati-pdip-solo-sudah-siapkan-calon-sendiri-di-pilwalkot-lih3UocSu8.jpg Gibran Rakabuming Raka (Foto: Okezone)

SOLO - Menanggapi pertemuan Gibran Rakabuming Raka yang bersilaturahmi kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/10/2019) kemarin, Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo angkat bicara.

Awalnya, saat dihubungi Okezone, orang nomor satu di partai besutan Megawati di Kota Solo ini terlihat mulai tak mau menanggapi seputar langkah suami dari Selvi Ananda ini 'Sowan" ke Ketua Umum.

Meskipun pada akhirnya mantan Patner Presiden Jokowi saat memimpin kota Solo ini akhirnya mau menanggapinya. Menurut Rudy, suatu hal yang biasa jika seorang kader partai bertemu dengan ketua umum partainya.

Gibran ke Rumah Megawati

Pasalnya, selama Ketua Umum berkenan menerima kadernya, tidak ada aturan yang melarang seorang kader partai datang bertemu dan bersilaturahmi dengan ketua umumnya.

"Anggota partai sowan ke ketua umum, boleh-boleh saja kok. Nggak apa-apa itu. Selama Ketua Umum berkenan menerimannya, sah-sah saja," jelas Rudy saat dihubungi Okezone via telepon seluler, Jumat (25/10/2019).

Baca Juga: Manuver Politik Gibran, Ditolak PDIP Solo hingga Sowan ke Megawati

Ditambahkan Rudy terkait rencana Gibran yang berniat untuk maju dalam pencalonan Walikota Solo dipersilahkan. Namun Rudy pun mengatakan bila dirinya sudah melakukan sesuai mekanisme partai yang berlaku.

Dimana, sesuai dengan Peraturan PDIP Nomor 24 tahun 2017 yang menyebut bahwa DPC yang mendapatkan suara lebih dari 24 persen dalam pileg boleh mengajukan langsung calonnya.

Dan proses tersebut telah dilakukan oleh DPC PDIP Solo. Dimana proses penjaring, sudah dilakukan mulai dari anak ranting ke ranting dan dari ranting ke pengurus anak cabang. Dan dari pengurus anak cabang di serahkan pada DPC. Dan DPC tinggal menerima dan kemudian mengusulkan ke DPP

"Dan itu prosesnya sudah selesai, saya sudah bawa nama calon ke DPP, selesai sesuai ketentuan dari peraturan partai Nomor 24 tahun 2017," lanjut Rudy.

Dan, ungkap Rudy, Achmad Purnomo dan Teguh Prakoso tidak mendaftar sebagai calon walikota dan wakil walikota. Namun mereka berdua dicalonkan partai. Dan keduanya menjalankan penugasan partai.

"Pak Pur dan pak Teguh itu diusulkan oleh anggota partai dan pengurus partai dari mulai tingkat bawah hingga keatas. Dan (keduanya) tidak daftar dia. Tapi penugasan dari partai. Jadi tugas saya sudah selesai ya. Kedua nama itu (Ahmad Purnomo dan Teguh Prakoso) tak bawa ke DPP to yo," tegas Rudi.

Ditambahkan Rudi, seandainya Gibran mendaftar ke DPP, menurutnya sah saja, sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Dan sedari awal memang PDIP tidak membuka pendaftaran cawali-cawawali.

"Kita bisa lakukan penjaringan tertutup, sesuai aturan, perolehan 25 persen suara ke atas adalah penugasan partai, penjaringannya tertutup. Untuk rekomendasi itu keputusan ada pada DPP PDIP," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini