Posisi Wamen Jangan Hanya untuk Akomodir Pendukung Jokowi

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 25 Oktober 2019 08:32 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 25 337 2121471 posisi-wamen-jangan-hanya-untuk-akomodir-pendukung-jokowi-uWSIHijVTQ.jpg Presiden Joko Widodo (Jokowi) Usai Pelantikan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (foto: Okezone/Arif Julianto)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan sudah merampungkan susunan posisi Wakil Menteri (Wamen) di Kabinet Indonesia Maju. Ia pun mengungkapkan, Wamen berasal dari kalangan profesional dan kader partai politik.

Menanggapi hal itu, pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin mengatakan, posisi Wamen diperlukan untuk menunjang kinerja menterinya, khususnya pada kementerian yang cukup padat.

Baca Juga: Ini Kementerian yang Dianggap Butuh Jabatan Wakil Menteri 

“Wamen perlu untuk menunjang kinerja menterinya. Kementerian yang padat kinerja perlu dibantu wamen. Misalnya Menkeu, Menlu, Menkumham, dan Menteri ESDM,” kata Ujang saat dikonfirmasi Okezone, Jumat (25/10/2019).

Presiden Lantik Para Menteri Kabinet Indonesia Maju 

Ujang mengingatkan, posisi Wamen agar tidak dijadikan ‘lapak’ untuk mengakomodir keinginan parpol pengusung Jokowi yang tak memiliki kursi di DPR. “Namun jangan sampai Wamen itu hanya untuk mengakomodir dan kompromi dengan partai-partai pendukung Jokowi yang tak memiliki kursi di DPR,” tutur dia.

Sementara analis politik dari Telkom University, Dedi Kurnia Syah menilai posisi Wamen dalam fungsi kinerja tidak diperlukan. Pasalnya di setiap kementerian sudah ada posisi sekretaris jenderal yang akan membackup kerja menteri.

“Wamen dalam fungsi kinerja tidak diperlukan, kecuali hanya akan menambah posisi bagi tokoh-tokoh yang belum mendapatkan porsi balas jasa, kinerja wamen seharusnya bisa dikerjakan oleh Sekjen kementerian, dan saat ini sudah ada,” tukasnya.

Baca Juga: Jokowi Sebut Susunan Wamen Sudah Selesai, Ada dari Profesional dan Parpol

Sebelumnya, Presiden Jokowi memastikan sudah merampungkan susunan posisi Wamen di Kabinet Indonesia Maju. Ia pun mengungkapkan, Wamen berasal dari kalangan profesional dan kader partai politik.

"Mengenai Wamen, sebetulnya sudah selesai Wamen ini, sudah selesai ada yang dari partai, ada yang dari profesional. Yang kita harapkan nanti bahwa Wamen ini betul-betul membantu menterinya," kata Jokowi saat tatap muka bersama wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 24 Oktober 2019.

Jokowi mengisyaratkan Menteri BUMN Erick Thohir akan memiliki tiga Wamen lantaran banyaknya perusahaan berpelat merah yang harus dipimpin.

"Misalnya di BUMN. Kalau memang menterinya membutuhkan wakil menteri sampai 3, dan itu diperlukan. Kita tahu BUMN kita ada berapa? 140-an BUMN, 140-an perusahaan. Jadi kalau mengelola perusahaan sebanyak itu, perlu pengawasan, perlu dikontrol, perlu cek. Kalau memang diperlukan itu ya enggak apa-apa. Yang penting Wamen itu berfungsi betul membantu para menteri," ujarnya.

 

Kendati demikian, Jokowi mengaku belum menghitung berapa jumlah Wamen yang ada di Kabinet Indonesia Maju. Menurut dia, finalisasi penunjukan Wamen akan berlangsung malam ini.

"Yang paling penting, sekali lagi setiap Wamen harus punya kompetensi yang mendukung kerja para menteri karena dari proses reevaluasi terakhir, misalnya kita tahu BUMN punya aset Rp8.400-an triliun dan saya sudah pesan kepada menteri BUMN agar ini dikelola dengan manajemen korporasi," ujarnya.

"Tetapi orientasinya adalah tetap untuk kepentingan rakyat. Bukan hanya melulu keuntungan, tapi untuk rakyat, untuk negara," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini