Tak Masuk Kabinet, Demokrat Sebaiknya Jadi Oposisi

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 25 Oktober 2019 06:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 25 337 2121470 tak-masuk-kabinet-demokrat-sebaiknya-jadi-oposisi-SHJrxr9G6W.jpg Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (foto: Okezone)

JAKARTA - Partai Demokrat disarankan berada di barisan oposisi setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan jajaran kabinetnya.

Dari berbagai nama yang ada, tidak ada satupun nama kader Demokrat yang menduduki kursi menteri. Padahal partai berlogo Mercy itu telah menjalin komunikasi cukup intens dengan Kepala Negara.

Baca Juga: AHY Tak Jadi Menteri Jokowi, Demokrat Akan Memilih Oposisi? 

Nuansa Biru di Perayaan HUT ke-16 Partai Demokrat

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin mengatakan, Demokrat harus menerima keputusan Jokowi terkait penyusunan kabinet. Ia menyarankan agar Demokrat berada di barisan oposisi bersama PKS.

"Harus terima. Karena di politik memang harus terima kenyataan. Harus sabar. Tak boleh marah. Harusnya Demokrat beroposisi saja," kata Ujang kepada Okezone, Jumat (25/10/2019).

"Menjadi oposisi bisa lebih mulia daripada berkoalisi dengan Jokowi," sambungnya.

Nama kader Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) digadang-gadang masuk bursa menteri oleh berbagai kalangan. Namun nama putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tidak masuk dalam pengumuman jajaran kabinet Jokowi di periode kedua.

Analis politik dari Telkom University, Dedi Kurnia Syah mengatakan AHY lebih baik fokus mengurus partai. Keluangan waktu yang ada ini bisa dipakai untuk konsolidasi organisasi, khususnya untuk menyambut Pilkada 2020.

"AHY jauh lebih baik jika fokus pada Demokrat, keleluasaan waktu sejauh ini sangat bagus digunakan untuk konsolidasi Parpol, setidaknya menghadapi Pilkada 2020," terang Dedi.

Diwartakan sebelumnya, Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan mengatakan posisi politik partai akan ditentukan melalui pidato sang ketum, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca Juga: AHY ke Jokowi-Ma'ruf Amin: Saya Doakan Sukses 

Nuansa Biru di Perayaan HUT ke-16 Partai Demokrat

“Sambil menunggu pidato politik Ketua Umum Partai Demokrat berkaitan dengan posisi serta peran PD lima tahun ke depan, baik dalam kehidupan politik maupun pembangunan bangsa, diinstruksikan sekali lagi agar para kader partai tidak mengeluarkan sikap dan pernyataannya sendiri-sendiri," tutur Hinca.

Jauh sebelumnya, Waketum Gerindra Arief Poyuono memprediksi Demokrat tidak akan diterima oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri apabila mendukung Jokowi. Poyuono bilang Demokrat selalu 'main aman'. "Sudahlah, SBY ini akan jadi aswatama di perpolitikan Indonesia," pungkas dia. (fid)

(DNA)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini