Menag Diisi Militer, Muhammadiyah Imbau Tak Ada yang Kecewa

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 25 Oktober 2019 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 25 337 2121466 menag-diisi-militer-muhammadiyah-imbau-tak-ada-yang-kecewa-VAdvuVOJUE.jpg Fachrul Razi saat Dipanggil Jokowi ke Kompleks Istana Kepresidenan Jelang Pengumuman Menteri Kabinet Indonesia Maju (foto: Okezone/Dede Kurniawan)

JAKARTA - Sekretaris Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah, Faozan Amar, mengatakan pengangkatan purnawirawan militer sebagai Menteri Agama (Menag) bukanlah hal baru. Karena itu, tak sepatutnya ada pihak yang merasa kecewa dengan keputusan Kepala Negara tersebut.

"Pengangkatan tentara sebagai Menteri Agama bukan hal yang baru. Sama seperti pengangkatan menteri agama berlatar belakang ormas Muhammadiyah maupun NU atau bahkan partai politik. Karena itu, tak sepatutnya ada pihak-pihak yang merasa kecewa, apalagi mengklaim dirinya paling berjasa," kata Faozan saat dikonfirmasi Okezone, Jumat (25/10/2019).

Baca Juga: Kaget Fachrul Razi Jadi Menag, PPP Usul Ada Wakil Menteri Agama 

Momentum Pelantikan Kabinet Indonesia Maju [2]

Faozan mencontohkan ada dua tokoh militer yang pernah menjabat Menag pada era Orde Baru, antara lain Alamsyah Ratu Prawinegara dan Tarmizi Taher. Sementara, Fachrul Razi adalah Menag dari kalangan militer pertama setelah reformasi.

"Kita semua paham bahwa pengangkatan menteri adalah hak prerogatif presiden. Karena itu, tugas kita adalah menerima sepenuhnya menteri yang telah diangkat presiden dan bersama-sama mengawalnya serta mengingatkan jika ada hal yang keliru," terangnya.

Presiden Jokowi, kata Faozan, menugaskan secara khusus agar Menag fokus kepada masalah penanganan radikalisme dan ekstremisme. Kasus tersebut telah menjadi ancaman negara yang berlandaskan Pancasila.

"Untuk bisa menangkalnya, tentu diperlukan seorang menteri yang memiliki latar belakang ahli strategi dan clean," tuturnya.

"Selama tiga periode Menteri Agama nyaris mencetak hattrick menjadi terpidana korupsi. Mulai dari Said Aqil Al Munawar, Surya Dharma Ali dan Menag sesudahnya telah menjadi saksi korupsi di KPK. Hal itu tentu akan menyulitkan tugas-tugas memberantas radikalisme, ekstrimisme dan korupsi. Bagaimana mungkin lantai akan bersih kalau kain pelnya kotor," sambung dia.

Faozan menyitir ucapan Menag Fachrul Razi yang menyebut dirinya bukan menteri agama Islam, tetapi Menteri Agama. Karena itu, Kemenag harus mengayomi semua agama dan aliran kepercayaan yang ada. Bukan hanya mengayomi satu agama apalagi hanya satu golongan.

Baca Juga: Jadi Menag, Fachrul Razi: Mungkin karena Saya Suka Ceramah 

"Kita berharap semoga Menteri Agama yang baru benar-benar menjadi menteri semua agama dan golongan yang ada di Indonesia. Serta mampu mewujudkan Islam wasathiyah yang rahmatan lil alamin," tukasnya.

Diwartakan sebelumnya, Presiden Jokowi mengumumkan Fachrul Razi sebagai Menteri Agama menggantikan Lukman Hakim Saifuddin. Fachrul merupakan purnawirawan TNI berpangkat jenderal dan merupakan mantan Wakil Panglima TNI.

Jokowi ingin persoalan radikalisme dan intoleransi diatasi oleh Fahcrul selaku Menteri Agama. Kepala Negara meyakini Fachrul memiliki pengalaman yang panjang terkait hal itu. (fid)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini