Ini Pekerjaan Rumah Idham Azis saat Jadi Kapolri

Muhamad Rizky, Okezone · Kamis 24 Oktober 2019 21:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 24 337 2121419 ini-pekerjaan-rumah-idham-azis-saat-jadi-kapolri-AAKs6QEV9p.jpg Achmad Baidowi (foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Kabareskrim Polri Komjen Idham Azis sebagai Kapolri, untuk menggantikan Jenderal Tito Karnavian yang diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri.

Anggota DPR Fraksi PPP, Achmad Baidowi berharap Idham Azis untuk melanjutkan sejumlah prestasi yang sudah ditorehkan Tito Karnavian sebagai Kapolri.

“Harapan kami kepada pak Idham Azis adalah melanjutkan prestasi-prestasi atau kepemimpinan Polri di zaman Pak Tito,” kata Ahmad Baidowi kepada wartawan, Kamis (24/10/2019).

 Baca juga: Kompolnas Tepis Kritik IPW soal Penunjukan Idham Aziz sebagai Kapolri

Baca juga: Lemkapi: Penunjukan Idham Aziz sebagai Kapolri Tak Masalah

Idham Azis

Kata dia, salah satunya adalah bagaimana menjaga stabilitas keamanan serta melakukan pemulihan keamanan yang cepat di beberapa wilayah. Selain itu, ada beberapa pekerjaan rumah penting yang harus dilakukan Polri ke depan, terutama terkait situasi keamanan di beberapa daerah, terutama seperti di Papua.

"Ini harus mendapatkan perhatian khusus supaya tidak menjalar ke konflik horizontal yang melebar. Lalu aksi di beberapa tempat yang harus dievaluasi lagi. Sebab kemarin itu, ada insiden kekerasan bahkan penindakan, sehingga itu lebih dievaluasi lagi dan perlu diusut tuntas,” kata Baidowi.

 Baca juga: Lemkapi Nilai Ada Pihak yang Sengaja Hembuskan Isu Pergantian Kapolri

Baidowi pun menekankan, yang paling utama adalah kasus penembakan saat aksi di Kendari dimana ditemukan peluru tajam dipakai polisi, hingga dua mahasiswa tewas terkena tembakan.

“Sampai ada peluru dalam penanganan aksi, maka itu harus diusut tuntas. Karena tidak sepenuhnya polisi itu salah. Bisa jadi polisi itu diprovokasi, sehingga balik menyerang. Namun hal itu akan menjadi perdebatan di publik. Agar tidak menjadi perdebatan, sebaiknya polisi menyampaikan itu secara terbuka hasilnya,” paparnya.

Selanjutnya kata Baidowi, ke depan Kapolri baru, mesti dapat menjamin keamanan saat pelaksanaan Pilkada serentak di beberapa daerah, pada tahun 2020 mendatang.

“Gelaran Pilkada serentak 2020 ini juga harus jadi perhatian Kapolri ke depan. Supaya ada jaminan keamanan saat pelaksanaannya di beberapa daerah,” tuturnya.

Selain itu, ia menyikap banyaknya penumpukan perwira menengah di tubuh Polri, yakni AKBP dan Kombes di Polri.

"Kenapa, karena ini imbas ditutupnya Polwil- polwil di Indonesia sehingga banyak AKBP dan Kombes itu numpuk dan mereka idealnya perlu naik ke perwira tinggi,” kata dia.

Untuk mengatasi hal itu, Ahmad Baidowi berharap Kapolri yang baru, membuat pola rekrutmen dan jenjang kepangkatan yang ketat dan tepat, sehingga tidak terjadi lagi perwira menumpuk di satu kepangkatan saja.

“Sebab akan sangat tidak bagus kalau ada penumpukan di satu kepangkatan saja tanpa tugas yang jelas,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini