nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Dinilai Tepat Angkat Fachrul Razi sebagai Menteri Agama

Windy Phagta, Jurnalis · Kamis 24 Oktober 2019 13:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 24 337 2121170 jokowi-dinilai-tepat-angkat-fachrul-razi-sebagai-menteri-agama-BpVWZl3CiI.jpeg Menag Fachrul Razi (Okezone.com/Arif)

BANDA ACEH – Pengangkatan Fachrul Razi sebagai Menteri Agama (Menag) dalam Kabinet Indonesia Maju dipertanyakan beberapa pihak, mengingat jenderal purnawirawan TNI itu bukan dari kalangan agamawan atau ormas Islam. Namun, Direktur Eksekutif The Jokowi Center Teuku Neta Firdaus menilai penunjukan Fachrul Razi sebagai Menag oleh Presiden Jokowi sudah tepat.

“Jenderal Fachrul (Razi) sudah menyatakan bukan santri atau lulusan pesantren. Namun sejak kecil sudah biasa membaca buku dan dilahirkan dalam suasana beragama yang harmonis di Aceh,” kata Teuku Neta, Kamis (24/10/2019).

Baca juga: Respons PBNU Terkait Menag Era Jokowi-Ma'ruf Diisi Bukan Orang NU

Dia menyebutkan selama ini ada tradisi kalau Menteri Pendidikan dipegang dari kalangan Muhammadiyah dan Menteri Agama dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).Fachrul Razi

Fachrul Razi (Okezone.com/Dede)

Menurutnya, itu bukan sesuatu yang baku dan bisa diubah sesuai dengan kondisi dan suasana negara.

“Dalam amanahnya, Bapak Jokowi meminta Menag untuk menangani haji, radikalisme dan lain-lain,” kata Teuku Neta.

Baca juga: Fachrul Razi: Saya Bukan Menteri Agama Islam, Saya Menteri Agama RI

Teuku menyebutkan, berdasarkan catatan pihaknya, Fachrul yang lahir dan besar di Banda Aceh sudah sering memberikan ceramah di masjid. Saat menjabat Dandim di Samarinda, setiap Jumat, jadwal ceramahnya selalu penuh.

“Menag bukan sekadar sebagai tukang baca doa pada serimonial. Namun yang lebih penting mengawasi keagamaan dan perilaku umat. Tidak ada lagi kekerasan yang membawa nama agama,” ujar Teuku.

Dia mengingatkan sekarang ancaman seperti paham radikal dengan wajah agama bisa menodai agama.Pemahaman agama yang kaku dan sempit sangat berbahaya.

Teuku menyatakan jika paham ini sudah terbenam di kepala, maka kelompok lain akan dicap sesat, menghalalkan kekerasan, serta mudah menyalahkan orang lain.

“Nah di sini peran Menag Pak Fachrul berani memutuskan memberikan rekomendasi kepada penegak hukum untuk bertindak. Toh tidak ada masalah jenderal menjadi menag. Di masa Soeharto Jenderal (Purn) Alamsyah Ratu Perwiranegara jadi Menag dan sukses mengembangkan misi menag,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini