nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Danai Rencana Penggagalan Pelantikan Jokowi hingga Rp700 Juta, Perempuan Ini Ditangkap

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Kamis 24 Oktober 2019 13:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 24 337 2121155 danai-rencana-penggagalan-pelantikan-jokowi-hingga-rp700-juta-seorang-perempuan-ditangkap-hMa0iTC5ap.jpg Polda Metro Jaya merilis enam tersangka yang mencoba menggagalkan pelantikan Presiden-Wakil Presiden pada 20 Oktober 2019. (Foto : iNews.id/Irfan Maruf)

JAKARTA – Seorang perempuan bernama Suci Rahayu alias Ayu ditangkap pihak kepolisian lantaran diduga memberikan uang senilai Rp700 juta untuk mendanai pembuatan peluru karet yang akan digunakan untuk menyerang polisi.

"Iya betul, Suci Rahayu alias Ayu," ucap Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto, saat dikonfirmasi Kamis (24/10/2019).

Diketahui, Ayu memberikan uang untuk membuat peluru karet itu kepada tersangka SH, yang sebelumnya diciduk pihak kepolisian dengan kasus dugaan penggagalan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Gedung DPR RI.

SH ditangkap pihak kepolisian Polda Metro Jaya bersama lima rekannya, yaitu E, FAB, RH, HRS, dan PSM.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto (Foto : Okezone.com)

"Yang bersangkutan memberikan dana kepada tersangka Samsul Huda Rp700 juta untuk membeli perlengkapan katapel, peluru katapel, dan bom hidrogen untuk menyerang polisi," tuturnya.

Suyudi menyebutkan bahwa Ayu terdaftar dalam WhatsApp Group berinisial F yang dibuat tersangka SH. Diketahui, grup tersebut bernama 'Fisabilillah'.


Baca Juga : Polisi Tangkap 6 Orang yang Coba Menggagalkan Pelantikan Presiden

Ayu ditangkap di kediamannya, kawasan Mekarsari, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Senin (21/10/2019). Hingga saat ini, Ayu masih diperiksa di Polda Metro Jaya.

Diketahui, peluru karet itu hendak digunakan untuk menyerang aparat keamanan yang berjaga di Gedung DPR RI. Peluru bola karet tersebut dapat meledak karena mempunyai konsep seperti mercon banting di mana ada perantara bahan peledak di dalamnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 169 ayat 1 KUHP dan atau Pasal 187 ayat 1 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 Undang-Undang Darurat dengan ancaman hukuman lima sampai dua puluh tahun penjara. (erh)


Baca Juga : Peran 6 Tersangka yang Coba Gagalkan Pelantikan Presiden

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini