nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Dapat Jatah Menteri, Perindo: Kita Hormati Keputusan Presiden

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 24 Oktober 2019 12:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 24 337 2121145 tak-dapat-jatah-menteri-perindo-kita-hormati-keputusan-presiden-2S9NxyK00c.jpg Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Perindo, Ahmad Rofiq mengatakan pihaknya tetap menghormati keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meski tak memberikan jatah kursi menteri bagi kader partainya. Menurut Rofiq kewenangan memang sudah hak presiden.

"Ya tentu sebagai anggota koalisi sangat berharap untuk mendapatkan kursi menteri. Namun kita menghormati pilihan presiden," kata Rofiq saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (24/10/2019).

Dalam Kabinet Indonesia Maju, Jokowi justru memberikan jatah dua menteri kepada Partai Gerindra yang notabene merupakan lawan politik pada Pilpres 2019 lalu.

Rofik

Baca Juga: Tjahjo Kumolo, Putra Pejuang Kemerdekaan yang Memimpin Reformasi Birokrasi

Menurut Rofiq Jokowi sudah mempertimbangkan secara penuh siapa saja yang akan membantunya di kabinet. "Pasti semua sudah dihitung secara matang. Presiden menginginkan koalisi semakin matang dan kuat," ungkapnya.

Meski tak mendapat jatah kursi, Rofiq memastikan Partai Perindo akan tetao solid memberikan dukungan terhadap pemerintahan Jokowi. "Perindo akan terus membantu presiden sesuai dengan kapasitasnya," tutur Rofiq.

Rofiq juga mengapresiasi, Jokowi telah menepati janjinya bahwa komposisi kabinet dengan janji yang disampaikan yakni 55 persen profesional dan 45 persen dari unsur partai.

"Ini bagian dari konsistensi pak Jokowi dalam menyusun kabinet. Tidak hanya itu kualitas yang ditunjukkan di susunan kabinet juga menjadi harapan baru," tambahnya.

Ia yakin, kombinasi antara profesional dan politisi akan menjadi tim yang shebat dala. menjalankan visi misi presiden lima tahun kedepan.

"Tidak hanya itu, pak Jokowi juga akan mengevaluasi kepada menteri-menteri yang lambat bekerja dan akan mengganti menteri yang tidak kreatif dan inovatif. Hal inilah yg akan membuat mesin birokrasi akan bekerja jauh keras dan mengejar banyak ketertinggalan selama ini," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini