nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Periksa Bupati Bengkalis sebagai Tersangka Korupsi Proyek Jalan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 24 Oktober 2019 11:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 24 337 2121089 kpk-periksa-bupati-bengkalis-sebagai-tersangka-korupsi-proyek-jalan-c6srwNoRZ2.jpg Bupati Bengkalis Amril Mukminin saat diperiksa KPK beberapa waktu lalu. (Foto : Sindo/Sutikno)

JAKARTA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Bupati Bengkalis, Amril Mukminin, untuk diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek multiyears pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning, Kabupaten Bengkalis.

"Yang bersangkutan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (24/10/2019).

Bupati Bengkalis, Amril Mukminin, merupakan tersangka kasus dugaan korupsi terkait proyek multiyears pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning, Kabupaten Bengkalis. Amril diduga sebagai pihak penerima suap dan gratifikasi dari proyek multiyears di Bengkalis.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (Foto : Okezone.com/Muhamad Rizky)

Sejak ditetapkan sebagai tersangka, Amril Mukminin belum ditahan KPK. Belum diketahui apakah pada pemeriksaan kali ini KPK akan langsung menahan Amril Mukminin atau tidak.

Dalam perkara ini, Amril Mukminin diduga telah menerima Rp2,5 miliar sebelum menjabat sebagai Bupati Bengkalis. Uang tersebut disinyalir untuk memuluskan anggaran proyek multiyears peningkatan Jalan Duri-Sei Pakning tahun 2017-2019.

Amril kembali menerima uang dari pihak PT CGA sebesar Rp3,1 miliar dalam bentuk dollar Singapura ketika menjabat Bupati Bengkalis. Uang tersebut diberikan pihak PT CGA ke Amril dalam rentang waktu Juni dan Juli 2017.


Baca Juga : Mantan Anggota DPRD Bengkalis Diduga Kecipratan Suap Proyek Jalan

Amril diduga telah menerima uang dengan total nilai Rp5,6 miliar baik sebelum atau ketika menjabat sebagai Bupati Bengkalis. Uang tersebut disinyalir berasal dari PT CGA untuk memuluskan proyek peningkatan Jalan Duri-Sei Pakning.

Atas perbuatannya, Amril disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b dan Pasal 12 B atau Pasal 11 atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.


Baca Juga : 5 Legislator Bengkalis Dipanggil KPK Terkait Suap Proyek Jalan

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini