nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tanggapan Relawan Jokowi Terkait Kabinet Indonesia Maju

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 23 Oktober 2019 21:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 23 337 2120949 tanggapan-relawan-jokowi-terkait-kabinet-indonesia-maju-TsaOJ9sJch.jpg Kabinet Indonesia Maju (Foto: Okezone/Fakhrizal Fakhri)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik menteri Kabinet Indonesia Maju. Ada wajah lama dan ada wajah baru, Jokowi pun menaruh harapan besar terhadap mereka, utamanya adalah jangan korupsi.

Susunan Kabinet Indonesia Maju mendapatkan tanggapan beragam. Misalnya, gabungan tokoh-tokoh relawan justru berada pada posisi kecewa terhadap orang yang dipilih sebagai menteri.

Reinhard Taki, salah seorang relawan meragukan loyalitas dan profesionalitas sejumlah menteri. Ditambah, di Pilpres 2019 lalu mereka tak ikut berkeringat untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Baca Juga: Komposisi Kabinet Indonesia Maju Dinilai Sesuai Aspirasi Semua Pihak

Kendati, pihaknya tetap mendukung karena itu merupakan hak prerogatif Presiden. Namun, Taki khawatir mereka justru akan merongrong pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Kami mendukung hak prerogatif Presiden Jokowi dalam memilih anggota kabinetnya. Tapi, kenapa yang tidak berkeringat dan lawan politik paling sengit di Pilpres lalu malah diangkat jadi pembantunya?" katanya dalam konferensi persnya di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Kabinet Indonesia Maju Foto: Fakhrizal Fakhri

Menteri yang dikhawatirkan akan menjadi batu sandungan bagi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, menurut Taki, Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala BKPM, hingga Menteri Pertahanan.

Sosok Menteri Agama yang dipilih misalnya bukan dari kalangan ulama, yaitu Fachrul Razi merupakan purnawirawan TNI. Ia khawatir berpotensi terjadinya konflik kepentingan dalam agama.

Bahlil Lahadalia yang ditunjuk sebagai Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, sambung Taki, belum terlihat pengalaman, kemampuan maupun prestasinya sebagai pengusaha.

Baca Juga: Fachrul Razi Jadi Menteri Agama, Ini Tanggapan GP Ansor

Sementara Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah dianggap belum khatam betul soal dunia tenaga kerja. Dikhawatirkan gamang dalam menjembatani kepentingan pengusaha dan kesejahteraan buruh. Kekhawatiran juga dialamatkan kepada Nadiem Makarim yang ditunjuk sebagai Mendikbud.

"Mendikbud kita ini cocok kalau untuk potensi membangun startup. Namun, apakah bisa merencanakan pendidikan berkesinambungan terutama di daerah-daerah terpencil," ujarnya.

Masuknya Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan pun dikhawatirkan akan menimbulkan konflik baru yang akan memecah belah kabinet. "Apalagi semasa Pilpres, Prabowo tidak menunjukkan teladan kepemimpinan dan berbesar hati dalam menerima kekalahan. Sehingga sangat rentan masuknya Prabowo akan menimbulkan konflik-konflik yang akan memecah belah kabinet," ujarnya.

Ditambahkan Yayong Waryono, yang juga relawan Jokowi, keterwakilan wilayah dalam kabinet dikhawatirkan menjadi masalah. Sebab, Jokowi pernah berjanji akan ada menterinya berasal dari Papua, tetapi tidak terjadi seperti diharapkan.

"Harusnya Presiden lebih memilih dan mempercayai pendukung setia menjadi anggota kabinet. Dibanding mengakomodasi kelompok yang jelas-jelas berseberangan dengan Jokowi," tutur Yayong.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini