nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pernah Dituding 'Menteri Pencetak Utang', Begini Reaksi Sri Mulyani ke Prabowo

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 23 Oktober 2019 17:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 23 337 2120811 pernah-dituding-menteri-pencetak-utang-begini-reaksi-sri-mulyani-ke-prabowo-XGLjDGncaO.jpeg Menkeu Sri Mulyani Indrawati (Okezone.com/Arif)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menanggapi santai saat ditanya hubungannya dengan Prabowo Subianto yang kini jadi Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju. Sri Mulyani tak mempermasalahkan kritikan pedas Prabowo yang pernah dialamatkan kepadanya.

"Ya enggak apa-apa, kan kami kerja,” kata Sri Mulyani saat ditanya soal Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/2019)

Baca juga: Puisi Sri Mulyani Jawab Tudingan Prabowo: Kamu Menuduh Aku Menteri Pencetak Utang

Prabowo mengkritik tajam pemerintahan Jokowi saat kampanye Pilpres 2019, salah satunya soal banyaknya utang negara. Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan ikut disemprot oleh mantan Danjen Kopassus itu. Prabowo menuding Sri Mulyani sebagai menteri pencetak utang.

Sri Mulyani sempat menjawab tudingan Prabowo dengan puisi berjudul 'Kala Kamu Menuduh Aku Menteri Pencetak Uang'.

 Prabowo

Prabowo Subianto (Okezone.com/Arif)

Namun, setelah kalah di Pilpres 2019, Prabowo merapat ke pemerintahan Jokowi yang jadi rival politiknya. Jokowi menjadikan Prabowo sebagai pembantunya di bidang pertahanan negara.

Baca juga: Prabowo Subianto, Simbol Oposisi yang Kini Jadi Menteri Jokowi

Kini Prabowo dan Sri Mulyani sama-sama berada dalam kabinet. "Kita bekerja di bawah pimpinan Bapak Presiden (Jokowi," ujar Mulyani.

Usai menjadi menteri Kabinet Indonesia Maju, Prabowo dan Sri Mulyani akan bekerjasama dan selalu berkoordinasi terkait anggaran Kemenhan.

Apalagi, Kemenhan adalah salah satu kementerian yang akan mendapatkan anggaran terbesar di Rancangan APBN 2020. Anggaran Kementerian Pertahanan diproyeksikan mencapai sebesar Rp127,4 triliun.

Sri Mulyani pun memilih fokus untuk mendorong kualitas sumber daya manusia (SDM). Khususnya di bidang pendidikan, tenaga kerja, kemampuan, kesehatan hingga pengentasan kemiskinan.

Ia pun akan meningkatkan kompetensi, inovasi, dan daya saing Indonesia sehingga bisa menekan defisit neraca transaksi berjalan.

"Tentunya melalui peningkatan kualitas dari proses industrialisasi di Indonesia, policy perdagangan," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini