nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hadi Tjahjanto Panglima TNI yang Punya 'Chemistry' dengan Jokowi

Awaludin, Jurnalis · Rabu 23 Oktober 2019 14:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 23 337 2120706 hadi-tjahjanto-panglima-tni-yang-punya-chemistry-dengan-jokowi-1lypCZHPFS.jpg Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto (foto: Okezone.com/Heru Haryono)

MARSEKAL TNI Hadi Tjahjanto. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur, 8 November 1963 itu kembali ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Panglima TNI. Sebelumnya, perwira tinggi TNI Angkatan Udara ini menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sejak tanggal 8 Desember 2017.

Kinerja Hadi Tjahjanto masih dibutuhkan Jokowi untuk menjaga stabilitas keamanan di Republik Indonesia. Keduanya dinilai memiliki 'chemistry', karena Hadi berhasil membumikan visi dan misi Jokowi dalam kepemimpinannya.

 Baca juga: Jokowi Ungkap Alasan di Balik Nama Kabinet Indonesia Maju

Berdasarkan informasi yang dihimpun Okezone dari Wikipedia, Rabu (23/10/2019). Hadi merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1986 dan Sekolah Penerbang TNI AU 1987. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara. Pengangkatannya sempat ramai di publik, karena Panglima TNI kedua yang berasal dari Angkatan Udara setelah Marsekal TNI Djoko Suyanto, pada 13 Februari 2006 lalu.

 Panglima TNI Marsekal Hadi

Hadi Tjahjanto lahir dari keluarga TNI AU. Ayahnya Serka Tek (Purn.) Bambang Sudarso berpangkat Kopral dengan pangkat terakhir Sersan Mayor (Tek), sedangkan ibundanya Nur Sa'adah hanya penjual rujak cingur. Saat mengeyam pendidikan SMP hingga SMA dengan mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ia dikenal sebagai siswa yang cerdas, hingga akhirnya ia memilih berkarir di TNI AU.

 Baca juga: Ketua MPR: Kabinet Indonesia Maju seperti The Dream Team

Setelah lulus dari Akademi Angkatan Udara (AAU), dan dilantik sebagai perwira TNI AU dengan pangkat Letda oleh Presiden Soeharto pada 20 September 1986, Hadi mengawali kariernya di Skadron Udara 4 yang bermarkas di Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Tugas Skadron Udara 4 adalah mengoperasikan pesawat angkut ringan untuk Operasi Dukungan Udara, SAR terbatas, dan kursus penerbang pesawat angkut. Adapun tugas Hadi saat itu adalah menjadi pilot pesawat angkut Cassa. Pada tahun 1993, kariernya meningkat menjadi Kepala Seksi Latihan Skadron Udara 4 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh.

Selepas itu, tahun 1996 pria berumur 55 Tahun itu tidak lagi mengurusi pesawat angkut ringan. Dia berganti memimpin pesawat angkut berat sebagai Komandan Flight Ops "A" Flightlat Skadron Udara 32 Wing Udara 2 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh.

 Panglima TNI Marsekal Hadi

Kemudian memimpin pendidikan penerbang sebagai Komandan Flight Skadron Pendidikan 101 Pangkalan Udara Adi Soemarmo tahun 1997. Kemudian, tahun 1998, Hadi menjadi Kepala Seksi Bingadiksis Dispers Lanud Adi Soemarmo. Pada tahun yang sama, ia menjabat sebagai Komandan Batalyon III Menchandra Akademi TNI. Setahun kemudian, tahun 1999, menjadi Instruktur Penerbangan Lanud Adi Sucipto. Memasuki tahun 2000 dipercaya menjadi Kepala Seksi Keamanan dan Pertahanan Pangkalan Dinas Operasi Lanud Adi Sucipto.

Pada tahun 2010, Hadi menduduki posisi sebagai Komandan Pangkalan Udara Adisumarmo. Setahun kemudian, dia menjabat tugas di luar TNI AU menjadi Perwira Bantuan I/Rencana Operasi TNI dan Sekretaris Militer Kementerian Sekretaris Negara.

 Panglima TNI Marsekal Hadi

Lalu 2012, Hadi yang berpangkat Kolonel, dipercaya menjadi Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional. Dan dua bulan menjabat Kepala Dinas Penerangan TNI AU (2013 - 2015), Hadi ditugasi menjadi Sekretariat Militer Presiden Republik Indonesia Presiden Joko Widodo dan pangkatnya naik menjadi Marsekal Muda. Pada bulan November 2016, Hadi dilantik menjadi Irjen Kementerian Pertahanan.

Tiga bulan setelahnya, Hadi terpilih menjadi Kepala Staf Angkatan Udara, tepatnya pada 18 Januari 2017 menggantikan Agus Supriatna. Pada masa ini banyak terbongkar kasus korupsi di Kemenhan, antara lain pengadaan pesawat dan helikopter.

 Panglima TNI Marsekal Hadi

Hingga akhirnya, suami Nanik Istumawati itu dicalonkan oleh Presiden Joko Widodo menjadi Panglima TNI menggantikan Jendral Gatot Nurmantyo, pada tanggal 8 Desember 2017. Dan kini, Rabu 23 Oktober 2019, Hadi dipercaya kembali oleh Jokowi untuk memimpin TNI.

Saat menjabat Panglima TNI, Hadi diterpa isu yang tak mengenakan, beredar hoax bahwa istrinya berasal dari suku Tionghoa, dengan nama asli Lim Siok Lan. Hoax lain adalah ia diangkat karena faktor kedekatannya dengan Megawati karena pernah menjadi ajudan. Dan akhirnya penyebar Hoax tersebut tertangkap polisi dengan pelaku Siti Sundari Daranila.

Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) terakhir pada tanggal 24 Juni 2016, Hadi memiliki total kekayaan sekitar Rp5 miliar atau tepatnya Rp 5.001.683.500 dan 60.000 dollar AS.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini