KPK Mengaku Tak Diminta Telusuri Rekam Jejak Menteri Kabinet Kerja Jokowi Jilid II

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 23 Oktober 2019 11:15 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 23 337 2120594 kpk-mengaku-tak-diminta-telusuri-rekam-jejak-menteri-kabinet-kerja-jokowi-jilid-ii-kXoLcgR1y8.jpg Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (Foto: Okezone)

Sedangkan Abdul Halim Iskandar, pernah diperiksa sebagai saksi di KPK pada 31 Juli 2018. Abdul Halim Iskandar sendiri merupakan kakak kandung Ketum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imim).

Saat itu, Abdul Halim ditelisik oleh KPK soal hubungannya dengan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman. Dalam hal ini, Taufiqurrahman merupakan tersangka suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Sementara Ida Fauziah pernah menjadi saksi kasus dugaan korupsi pelaksanaan Haji 2012 sampai 2013. Ida yang saat itu merupakan Ketua Komisi VIII DPR dipanggil sebagai saksi untuk tersangka mantan Menteri Agama Surhadharma Ali.

Terakhir, nama Yasonna Hamonganan Laoly, pernah terseret dalam kasus korupsi proyek e-KTP. Yasonna sudah beberapa kali diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi e-KTP.

Ilustrasi

Yasonna pernah disebut ikut turut menerima uang panas e-KTP sebesar USD84 ribu dalam dakwaan terdakwa Irman dan Sugiharto. ‎Namun, Yasonna membantah menerima uang tersebut.

Menurut Febri, nama-nama tersebut memang pernah dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi. Namun memang, KPK menyatakan bahwa para saksi tersebut belum tentu terlibat dalam sebuah perkara.

"Memang ketika dipanggil sebagai saksi kan belum tentu terlibat. Tapi ada juga di fakta sidang kan kelihatan, apakah misalnya orang-orang tertentu itu diduga pernah menerima atau memberikan gratifikasi atau punya peran yang lain, atau sekedar ia mengetahui karena posisinya sebagai atasan atau kebijakan tertentu," ucapnya. (kha)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini