nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nasib Demokrat, Getol Jalin Komunikasi Politik tapi Tak Ada Kader yang Jadi Menteri

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Rabu 23 Oktober 2019 11:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 23 337 2120584 nasib-demokrat-getol-jalin-komunikasi-politik-tapi-tak-ada-kader-yang-jadi-menteri-E5ByQ274Um.jpg Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengumumkan susunan kabinetnya di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Adapun kabinet kerjanya ini dibernama oleh Jokowi yakni Kabinet Indonesia Maju.

Terdapat 34 pos kementrian yang tetap diisi oleh wajah lama dan ada juga beberapa diantara merupakan sosok baru dalam kabinet. Mulai dari profesional, politikus partai koalisi hingga Partai Gerindra yang merupakan partai lawan Jokowi saat Pilpres 2019.

Namun, tak terlihat satu pun kader Partai Demokrat yang mendapatkan kursi Menteri dalam Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf Amin. Padahal usai kontestasi Pilpres berakhir dan menyatakan kemenangan kepada Jokowi-Ma'ruf, partai Demokrat santer dikabarkan bergabung dalam koalisi.

Baca Juga: Ini Susunan Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf Amin

Seperti, pada tanggal 2 Mei 2019 AHY ke Istana Merdeka lantaran mendapatkan undangan langsung dari Presiden Jokowi untuk bersilahturahmi.

"Saya pertama-tama mengucapkan alhamdulillah karena sore hari ini bisa memenuhi undangan Bapak Presiden Jokowi untuk berbincang-bincang di Istana Merdeka atas bantuan Pak Pratikno juga," kata AHY usai pertemuan tersebut.

AHY bertemu dengan Jokowi

Setelah itu komunikasi antara Jokowi dengan partai Demokrat terus berlanjut. Bahkan Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan mengkalim partainya telah memberikan 14 program prioritas kepada Jokowi melalui AHY.

Program-program prioritas itu merupakan hasil interaksi Partai Demokrat dengan masyarakat selama Pemilu 2019 dan mendapatkan respon positif dari Presiden Jokowi.

Lantas karena 14 program prioritas sudah mendapat respon positif, partai berlambang mercy itu pun tidak memungkiri apabila sosok AHY juga akan disiapkan Partai Demokrat jika nantinya Presiden Jokowi menerima konsep tersebut dan memintanya menjadi bagian Kabinet Kerja periode 2019–2024.

"Saya katakan Demokrat sudah berpengalaman. Kader-kadernya sudah terbentuk, dan tentu kalau diminta, Demokrat siap memberikan yang terbaik. Mas AHY, saya pikir salah satu yang paling menonjol saat ini sebagai representasi dari generasi milenial Indonesia yang merupakan kader yang dipersiapkan sebagai pemimpin ke depan. Tentu Beliau siap," kata Syarief.

Terbaru, beberapa hari sebelum pelantikan Presiden Jokowi melangsungkan pertemuan dengan Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tanggal 10 Oktober 2019.

Diduga kuat pertemuan itu melakukan komunikasi agar Demokrat mendapatkan jatah menteri di kabinet jilid II Jokowi. Setelah pertemuan itu, nama Agus Harimurti Yudhoyono (AH) digadang-gadang bakal menjadi menteri.

Bahkan dalam draf kabinet Jokowi-Ma'ruf yang tersebar di kalangan awak media, terpampang nama AHY bakal mengisi jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga.

Hingga akhirnya usai Jokowi-Ma'ruf dilantik pada tanggal 20 Oktober 2019 kemarin, apakah kader partai Demokrat menjadi bagian masih tanda tanya.

Partai Demokrat

Hingga di titik akhir pada 21-22 Oktober, Jokowi memanggil sejumlah ke Istana Negara, adalah Mahfud MD, Christiany Eugenia Paruntu, Jenderal Tito Karnavian, Erick Thohir, Whishnutama, Nadiem Makarim, Airlangga Hartarto, Fadjroel Rachman, Pratikno, dan Nico Harjanto.

Selanjutnya Prabowo Subianto, Edhy Prabowo, Sri Mulyani, Syahrul Yasin Limpo, Agus Gumiwang Kartasasmita, Juliari P Batubara, Siti Nurbaya Bakar, Suharso Monoarfa, Basuki Hadimuljono, Fachrul Razi, Ida Fauziah, Bahlil Lahadalia, Zainudin Amali. Abdul Halim Iskandar, Budi Karya Sumadi, Yasonna Laoly, Sofyan Djalil, dan Moeldoko.

Berikutnya Tjahjo Kumolo, Bambang Brodjonegoro,Johny G Plate,Teten Masduki,Luhut Panjaitan dan Dr Terawan.

Tak ada nama kader Partai Demokrat yang di panggil ke Istana. Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas mengatakan pihaknya enggan meminta jatah menteri kepada Presiden Jokowi dan menyerahkan sepenuhnya kabinet kepada hak prerogatif presiden.

"Kami menyerahkan penuh karena ini kan hak prerogatif presiden ya, tentu partai Demokrat tidak dapat menilai lebih lanjut, kami hanya memberikan apresiasi, kami hanya menonton dan melihat," papar Ibas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa 22 Oktober 2019.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini