nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Susun Kabinet Kerja Jilid 2, Jokowi Harus Leluasa Tanpa Beban

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 23 Oktober 2019 01:57 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 23 337 2120477 susun-kabinet-kerja-jilid-2-jokowi-harus-leluasa-tanpa-beban-9mxb6qqknS.jpg Jokowi-Ma'ruf Amin.

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara maraton memanggil orang-orang yang akan duduk di kursi Kabinet Kerja Jilid 2. Dari petahana, orang baru hingga rivalnya di Pilpres 2019 dipanggil ke Istana.

Ketua Umum DPP Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN) Iwan Dwi Laksono mengatakan, Jokowi harus leluasa tanpa beban dalam menyusun kabinet. Jangan sampai Jokowi tersandera oleh banyaknya tekanan.

"Adanya tekanan dari konsep proporsionalitas bagai-bagi kue yang adil di internal partai koalisi, landasannya bisa dari kuantitas perolehan suara partai. Tekanan lain yakni kekuatan opisisi yang coba yang kini merangsek kekuasaan," ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (22/10/2019).

Iwan mengatakan, selain ahli di bidangnya, hanya dua kriteria orang berhak masuk kabinet yaitu, menteri pertahana (incumbent) yang punya prestasi jelas. Kedua, pendatang baru yang benar-benar berkeringat memenangkan Jokowi di Pilpres demi visi bersama ‘Indonesia Maju’.

Jokowi. (Foto: Okezone)

"Beberapa orang yang jelas prestasinya dan berkeringat serta berdarah-darah belum diundang, sedangkan Prabowo yang jelas-jelas musuh rivalnya diundang. Sebagai relawan pemenangan Jokowi sejak Pilgub DKI 2012 hingga Pilpes 2019 kami sangat kecewa," ujarnya.

Iwan menambahkan, Jokowi kerap kali bilang ketika rapat bersama relawan, kalau di periode berikutnya tanpa beban dalam memilih orang di kabinet. Kemudian, untuk mencari pembantunya yang fokus kerja nyata, bukan cari muka.

"Tapi kami melihat orang-oranga yang datang selama dua hari ini justru punya tendensi agenda pilpres 2024. Tentu ini menyulitkan bapak sendiri dalam bergerak. Sulit mewujutkan Indonesia maju yanga ada justru Indonesia mundur," katanya.

Dua menteri petahana yang dianggap Iwan Dwi memiliki prestasi jelas, misalnya ada Susi Pudjiastuti dan Ignasius Jonan. Namun, keduanya disingkirkan.

Susi capaiannya untuk Perikanan dan kedaulatan Maritim Indonesia luar biasa. Sama halnya capaian positif Jonan terkait kemandirian Energi dalam negeri seperti kebijakan BBM satu harga, amendemen kontrak seluruh pemegang Kontrak Karya (KK) dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).

Kemudian, kepastian pengelolaan blok-blok raksasa seperti Blok Masela, Blok Mahakam dan Rokan. rasio elektrifikasi yang terus meningkat dan telah mencapai 98,81% atau telah meningkat 14,5% dalam 5 tahun terakhir.

"Seharusnya Presiden fokus mencari pembantu yang dapat mewujudkan Visi Misinya. Yang tentu sangat berbeda dengan rivalnya. Pertarungan sangat keras, kami menyebut seperti minyak dan air tidak akan bisa bersatu. Kami khawatir ini justru menjadi duri dalam daging di kabinet kerja jilid II," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini