nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Siap Lawan Gugatan Praperadilan Eks Menpora Imam Nahrawi

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 22 Oktober 2019 18:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 22 337 2120323 kpk-siap-lawan-gugatan-praperadilan-eks-menpora-imam-nahrawi-lbE7dBPr7X.jpg Imam Nahrawi (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan siap untuk menghadapi sidang perdana gugatan praperadilan yang dilayangkan oleh mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi. Rencananya, sidang perdana yang sempat ditunda, akan digelar pada Senin, 4 November 2019.

‎"Sesuai dengan penundaan yang disampaikan Hakim, maka direncanakan sidang Praperadilan yang diajukan tersangka IMR (Imam Nahrawi), Menteri Pemuda dan Olahraga 2014-2019 akan dilakukan pada Senin, 4 November 2019," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Selasa (22/10/2019).

Ilustrasi Gedung KPK

Febri menjelaskan, pihaknya saat ini sedang mempelajari permohonan praperadilan yang diajukan oleh Imam Nahrawi. Febri memastikan pihaknya siap untuk menghadapi gugatan tersebut karena memiliki dasar yang kuat.

"Pada prinsipnya tentu kami akan menghadapi dan juga meyakini bahwa sejak awal kasus ini memang didasarkan pada bukti yang kuat. Bahkan penetapan IMR sebagai tersangka merupakan pengembangan lebih lanjut dari OTT di Kemenpora dan fakta-fakta yang muncul di persidangan," ujarnya.

Dari beberapa poin gugatan yang dicermati KPK, Imam Nahrawi mempermasalahkan penetapan tersangkanya yang tidak melalui proses penyidikan. Kemudian, proses penyidikan yang dinilai Imam Nahrawi sangat cepa

Baca Juga : KPK Perpanjang Masa Penahanan Mantan Menpora Imam Nahrawi

Serta, sambung Febri, Imam Nahrawi mengaku tidak pernah diperiksa dan penetapan tersangka yang dianggap tidak jelas karena tuduhan suap yang diberikan KPK melebihi jumlah kekayaan yang dilaporkan lewat LHKPN.

"Sebagian besar alasan yang diajukan oleh tersangka sudah cukup sering digunakan para pemohon praperadilan lain, sehingga sebenarnya relatif tidak ada argumentasi baru," katanya.

Sebelumnya, Imam Nahrawi mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) terkait penetapan tersangkanya oleh KPK. Gugatan Imam Nahrawi teregistrasi dengan nomor perkara 130/Pid.Pra/2019/PNJKT.SEL.

Awalnya, sidang perdana gugatan praperadilan Imam Nahrawi akan digelar pada Senin, 21 Oktober 2019. Namun, sidang perdana tersebut ditunda hingga, Senin, 4 November 2019.

‎Sekadar informasi, KPK menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus dugaan suap penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora untuk KONI tahun anggaran 2018. Imam ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Asprinya, Miftahul Ulum (MIU).

Imam diduga menerima suap dan gratifikasi sejumlah Rp26,5 miliar. Uang tersebut disinyalir diterima Imam dalam dua kali tahapan. Imam menerima uang pada medio 2014-2018 melalui Miftahul Ulum senilai Rp14,7 miliar dan kedua pada kisaran tahun 2016-2018 sejumlah Rp11,8 miliar.

Penetapan tersangka terhadap Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum merupakan pengembangan perkara terkait kasus dugaan suap penyaluran dana hibah pemerintah untuk KONI lewat Kemenpora.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini