nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Taufik Hidayat Jadi Bupati Indramayu Tanpa Pemilu, Nasibnya Sama Seperti Djarot di DKI

Fathnur Rohman, Jurnalis · Selasa 22 Oktober 2019 15:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 22 337 2120203 taufik-hidayat-jadi-bupati-indramayu-tanpa-pemilu-nasibnya-sama-seperti-djarot-di-dki-HfSL3m3BbS.jpg Wabup Indramayu, Taufik Hidayat masih menunggu keputusan Plh Bupati Indramayu

INDRAMAYU - Wakil Bupati Indramayu Taufik Hidayat, dipastikan akan ditunjuk sebagai pelaksana harian (Plh) Bupati Indrmayu, pasca-ditangkapnya Bupati Indramayu Supendi oleh KPK beberapa waktu lalu.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum pada Rabu, 16 Oktober 2019. Uu menyebut, Surat Keputusan (SK) pengangkatan Taufik Hidayat sebagai Plh Bupati Indramayu, akan segera ditandatangani oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Terkait OTT Indramayu kita sudah dibicarakan, yaitu melaksanakan mekanisme yang sudah baku, biasa mengangkat Plh itu Wakilnya. Tidak menunggu lama lagi surat tersebut akan ditanda tangan pak Gubernur," kata Uu belum lama ini.

Supendi

Menanggapi hal tersebut, saat ditemui Okezone di Kantor Bupati Indramayu, Jawa Barat, pada Kamis, 17 Oktober 2019,Taufik mengaku akan menunggu keputusan itu sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Sesuai dengan mekanisme, karena itu diatur di undang-undang nomor 23 pasal 65, kita di sini tinggal nunggu, " ujar Taufik.

Disampaikann Taufik, jika dirinya memang akan diangkat menjadi Plh Bupati Indramayu, ia mengatakan tidak memiliki rencana khusus atau semacamnya. Dirinya mengungkapkan akan tetap melanjutkan program-program yang sudah ada saat Supendi menjabat sebagai Bupati Indramayu.

"Saya rasa sudah kentuan, pasti yah kita lihat seperti apa, kemudian kita hanya akan melanjutkan, " tambahnya.

Taufik Menjadi Kepala Daerah Tanpa Melalui Pemilu

Apabila SK pengangkatan Taufik Hidayat sebagai Plh Bupati Indramayu sudah dikeluarkan, otomatis Taufik menjadi orang nomor satu di Kabupten Indramayu tanpa melalui Pemilihan Umum (Pemilu).

Dari data yang dihimpun Okezone, Taufik secara resmi dilantik sebagai Wakil Bupati Indramayu pada Selasa, 1 Oktober 2019. Ia diambil sumpah jabatan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat.

Taufik sendiri menjadi pendamping Supendi untuk memimpin Kabupaten Indramayu disisa masa jabatan 2016-2021. Sebelumnya yang menjadi Wakil Bupati Indramayu adalah Supendi. Namun, setelah Anna Shopanah mengundurkan diri, Supendi akhirnya diangkat dan dilantik sebagai Bupati Indramayu selanjutnya.

Taufik Hidayat

Pada Selasa, 15 Oktober 2019, Supendi akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Supendi terjerat kasus dugaan suap terkait pengaturan proyek di lingkungan kekuasaannya. Tidak kurang dari beberapa pekan pelantikannya, Taufik kemudian dibebani tugas untuk mengurus Pemerintahan Kabupaten Indramayu sendirian.

Terkait wacana pengangkatan Plh Bupati Indramayu, Taufik mengaku memilih untuk menunggu keputusan tersebut sesuai peraturan yang berlaku. Saat ini, dirinya sedang fokus mengurus jalannya pemerintahan di Kabupaten Indramayu, pasca terjaringnya Supendi dalam OTT KPK beberapa waktu lalu.

Apa yang dialami Taufik sebenarnya memiliki kemiripan dengan perjalanan Djarot Saiful Hidayat sebagai Gubernur definitif DKI Jakarta pada periode 2012-2017. Mereka berdua sama-sama mendapatkan posisi nomor satu di daerahnya tanpa melalui Pemilu, atau tidak dipilih oleh masyarakat secara langsung.

Djarot awalnya ditunjuk menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk mendampingi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ketika itu Ahok naik menjadi Gubernur DKI Jakarta setelah Joko Widodo (Jokowi) mengundurkan diri. Jokowi sendiri mundur sebagai Gubernur DKI Jakarta, karena ia maju sebagai Capres pada Pilpres 2014 lalu.

Selang beberapa waktu, Ahok kemudian terjerat kasus penistaan agama dan ditetapkan sebagai tersangka. Saat terganjal kasus tersebut status Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta menjadi non-aktif. Lalu pada tanggal 23 Mei 2017, Ahok akhirnya menyampaikan surat pengunduran diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Pada tanggal 16 Juli 2017, Presiden Joko Widodo akhirnya melantik Djarot sebagai Gubernur definitif DKI Jakarta. Djarot kemudian harus memimpin DKI Jakarta di sisa periode 2012-2017.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini