nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengamat: Kemampuan Prabowo untuk Jadi Menhan Tidak Perlu Diragukan

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Selasa 22 Oktober 2019 08:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 22 337 2119978 pengamat-kemampuan-prabowo-untuk-jadi-menhan-tidak-perlu-diragukan-UTBFKE8lIc.jpg Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo di Istana Negara bertemu Presiden Jokowi. (Foto: @Gerindra)

JAKARTA – Pengamat intelijen dan keamanan dari Universitas Indonesia (UI), Stanislaus Riyanta, menilai kompetensi Prabowo Subianto untuk menjabat menteri pertahanan tidak perlu diragukan lagi. Hal itu berdasarkan pengalaman ketua umum Partai Gerindra tersebut sebagai anggota militer.

"Pak Prabowo kan pengalaman militer juga cukup lama. Kemudian ketika Beliau jadi Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus. Kan Kopassus sempat menjadi perhatian dunia karena waktu itu kemampuannya yang sangat luar biasa," ujar Riyanta ketika berbincang dengan Okezone, Senin 21 Oktober 2019.

Baca juga: Prabowo: Saya Diminta Jokowi di Bidang Pertahanan 

Meski dianggap berkompeten, Prabowo tetap memiliki beberapa hal yang menjadi tantangan ketika menjabat sebagai menhan di era pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi. (Foto: Dok Okezone/Fakhrizal Fakhri)

Riyanta menyebut tantangan pertama yang bakal dihadapi Prabowo jika menjabat menhan adalah mengenai masalah politik. Ia diprediksi akan mendapat berbagai reaksi dari keluarga TNI yang sebelumnya mendukung dalam Pilpres 2019.

Baca juga: Prabowo Sebut Gerindra Dapat 2 Kursi Menteri di Kabinet Kerja 

"Tantangan besarnya adalah banyak pendukung Beliau yang dulu adalah pendukung fanatik ya, terutama dari keluarga-keluarga TNI yang punya hak pilih," terangnya.

"Ketika nanti Beliau jadi menteri pertahanan Pak Jokowi, harus siap reaksi-reaksi dari keluarga TNI yang dahulu mendukung Pak Prabowo," tambah Riyanta.

Selain itu, Prabowo juga diprediksi bakal menghadapi tantangan untuk mendeteksi dini terhadap ancaman-ancaman radikalime, termasuk dari anggota TNI itu sendiri.

Baca juga: Prabowo Jadi Menhan di Kabinet Kerja Jokowi, Ini Sikap PDIP 

Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo. (Foto: Twitter @Gerindra)

Riyanta pun menyoroti informasi dari Ryamizard Ryacudu, menhan sebelumnya, yang menyebutkan bahwa 3 persen anggota TNI terpapar radikalisme.

"Jadi bukan semata membangun TNI yang lebih bagus, tapi juga memastikan bahwa TNI itu tetap nasionalis dan mendukung Pancasila sebagai satu-satunya ideologi," tuturnya.

Baca juga: Nasdem Tak Masalah Prabowo Jadi Menhan 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini