nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PA 212 Bingung Sekaligus Maklum Prabowo Bersedia Jadi Menteri

Selasa 22 Oktober 2019 03:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 22 337 2119953 pa-212-bingung-sekaligus-maklum-prabowo-bersedia-jadi-menteri-aN8dMBZbS3.jpg Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin. (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Persaudaraan Alumni (PA) 212 bingung melihat manuver politik Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Pernyataan itu disampaikan terkait kesediaan Prabowo membantu pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin dengan menjadi salah satu menteri di Kabinet Kerja Jilid II.

Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin mengatakan, meski bingung, pihaknya juga memahami langkah yang diambil mantan Danjen Kopassus TNI AD itu. Dia menduga kalkulasi politik Prabowo berbeda dengan PA 212.

Baca juga: Prabowo: Saya Diminta Jokowi di Bidang Pertahanan 

"Wah capeklah melihat manufer politiknya PS (Prabowo Subianto). Buat saya maklumlah, kan Prabowo selain politikus, kan pedagang-pengusaha juga. Mungkin kalkulasinya yang dipakai kalkulasi dagang kali, bukan kalkulasi pejuang seperti yang kita perjuangkan selama ini," tutur Novel, Senin 21 Oktober 2019, mengutip dari iNews.id.

Prabowo dan Edhy Prabowo hendak bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). (Foto: Okezone.com/Fakhrizal Fakhri)

Menurut dia, kalkulasi dagang Prabowo Subianto dilakukan apabila ada peluang langsung diterjang, karena yang terpenting mendapat keuntungan atau balik modal. Sementara PA 212 akan tetap bertahan dengan kalkulasi pejuang.

Baca juga: Prabowo Sebut Gerindra Dapat Dua Kursi Menteri di Kabinet Kerja 

"Ada atau tidak ada peluang dengan partai atau tanpa partai, kita PA 212 tetap berjuang sampai keadilan tegak dan jelas tidak akan berkoalisi dengan kezaliman, kecurangan, dan kemungkaran," ujar Novel.

"Kami masih menjaga suara dan amanat umat yang kami PA 212 merekomendasikan suara umat ke 02, sehingga kami merasa harus bertanggung jawab kepada umat karena mereka mau ikut kepada ulama-ulama kami di Mujahid 212," sambung Novel.

PA 212, jelas dia, akan tetap mendorong Prabowo dan orang-orang di sekitarnya agar mau mendengarkan aspirasinya. Novel menyatakan terlalu hina apabila Prabowo memutuskan berkoalisi tanpa syarat.

"Mungkin kami masih bisa berharap 100 hari ke depan Prabowo Subianto dan orang-orangnya bekerja bisa menghasilkan apa yang kami perjuangkan. Agar ulama kami semua di-SP3, juga HRS bisa kembali, serta usut hilangnya nyawa para mujahid politik dari pemilu sampai demo mahasiswa dan pelajar kemarin," tuturnya. (han)

Baca juga: Tolak Undangan Jokowi ke Istana, PKS: Kami Ambil Sikap Oposisi 

Prabowo dan Edhy Prabowo usai bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). (Foto: Okezone.com/Fakhrizal Fakhri)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini