nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Relawan Harap Jokowi Pilih Menteri dari Pendukungnya yang Berkeringat

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Senin 21 Oktober 2019 22:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 21 337 2119927 relawan-harap-jokowi-pilih-menteri-dari-pendukungnya-yang-berkeringat-rN42ml98fH.jpg Relawan Jokowi konferensi pers terkait Kabinet Kerja jilid II (Foto: Ist)

JAKARTA - Sejumlah nama mulai dipanggil ke Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ada beberapa orang yang mengaku diminta menjadi menteri, termasuk Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang mengklaim mendapat jatah 2 menteri. 

Salah seorang relawan, Reinhard Taki mengatakan, relawan yang sudah mendukung Jokowi sejak Pilkada DKI Jakarta 2012 merasa kecewa karena yang diakomodir justru orang-orang yang selama ini berseberangan.

"Banyak kalangan profesional dan loyalis pendukung Jokowi dan keringatnya sangat jelas. Ini jelas sangat melukai," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (21/10/2019).

Baca Juga: PPP Anggap Bergabungnya Gerindra ke Koalisi sebagai Hal Unik 

Relawan, kata Taki, sangat menghargai hak prerogatif Presiden Jokowi dalam menunjuk calon menterinya. Namun, ia menyarankan sebaiknya memilih dan mempercayai pendukung setianya yang jelas berkeringat, berkualitas, dan berkontribusi lebih terhadap pemenangannya.

 Jokowi Foto Okezone

Ia merasa khawatir dari pengalaman sebelumnya banyak menteri yang diberhentikan karena kurang profesional, berkualitas dan memiliki loyalitas, kemudian beroposisi dan berseberangan dengan pemerintah.

Imannuel Ebenezer, relawan pendukung Jokowi lainnya menuturkan, masuknya Gerindra dalam kabinet bisa menghambat program Jokowi-Ma'ruf. Ditambah isu yang berhembus bekas rival Jokowi di Pilpres 2019 itu akan mengisi pos Menteri Pertahanan.

"Beberapa kawan-kawan kita yang berkeringat, bertarung, berdarah dan sebagainya kok tiba-tiba Gerindra masuk. Ditambah posisinya menteri pertahanan, salah satu menteri paling strategis dalam pemerintahan," ujarnya.

Menurut Ebenezer, para pemilih Jokowi-Ma'ruf justru menghindari Prabowo berkuasa. Relawan pendukung Jokowi, belum bisa menerima masuknya partai oposisi ke dalam Kabinet Kerja jilid ll karena dianggap bisa mengganggu psikologi dan moral pemilih militan Jokowi.

"Tapi, sekarang kok malah dikasih kekuasaan. Ini jelas berbahaya. Sangat-sangat melukai para pendukung Jokowi," ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Diminta Jadi Menhan, Puan : Semoga Bisa Memberi Solusi 

Mereka yang oposisi dalam Pilpres, sambungnya, juga masih sangat diragukan loyalitas dalam mendukung arahan Jokowi dalam menghadapi percepatan program pemerintah ke depan. "Kita tidak kekurangan tokoh-tokoh berkualitas," tandasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini