nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Bantu Pemprov Sulsel Selamatkan Uang Negara Rp6,5 Triliun

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 21 Oktober 2019 20:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 21 337 2119878 kpk-bantu-pemprov-sulsel-selamatkan-uang-negara-rp6-5-triliun-nyR0rDPdzG.jpg Gedung KPK. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyelamatkan keuangan negara Rp6,5 triliun. Uang sebesar Rp6,5 triliun tersebut berasal dari penertiban aset di sejumlah daerah di Sulsel.

"Hingga triwulan 3 tahun 2019 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil mendorong Provinsi Sulsel melakukan penertiban aset senilai total Rp6,5 Triliun," ‎kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Senin (21/10/2019).

Febri menjelaskan, penertiban aset tersebut termasuk di dalamnya yakni pengembalian tujuh aset kepada Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar yang sebelumnya dikuasai oleh pihak ketiga senilai total Rp1,4 Triliun.

Kemudian, penertiban fasum dan fasos dari 4 perumahan di Pemkot Makassar senilai Rp1,86 triliun, penertiban kendaraan dinas Pemprov Sulsel dan Pemkab Takalar berupa 1 eskavator dan 24 kendaraan senilai Rp6,7 Miliar.

Febri Diansyah. (Foto: Okezone.com/M Rizky)

"Sedangkan dari penertiban aset pendanaan, personel, prasarana dan dokumentasi (P3D) seluruh Pemda di Sulsel ditertibkan aset senilai Rp3,2 Triliun dan penertiban 79 aset daerah pemekaran Pemkab Luwu dan Pemkot Palopo senilai Rp42 Miliar," imbuhnya.

KPK terus mendorong keseriusan Provinsi Sulsel untuk menertibkan dan menyelesaikan permasalahan sejumlah aset yang belum selesai. Desakan tersebut disampaikan oleh KPK lewat rangkaian kegiatan monitoring evaluasi (monev) di Provinsi Sulsel pada 21 – 25 Oktober 2019.

"Salah satu persoalan aset yang terus didorong adalah sertifikasi aset tanah pemda. Dari 30.124 bidang tanah di Provinsi Sulsel hingga September 2019 baru sekitar 38 persen atau 11.149 tanah yang telah bersertifikat," ujarnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini