nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Densus 88 Tangkap 3 Terduga Teroris, Salah Satunya Pernah Sembunyikan Penusuk Wiranto

Muhamad Rizky, Jurnalis · Senin 21 Oktober 2019 19:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 21 337 2119824 densus-88-tangkap-3-terduga-teroris-salah-satunya-pernah-sembunyikan-penusuk-wiranto-4sIwdyOxSx.jpg Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Adi Saputra. (Foto : Okezone.com/Muhamad Rizky)

JAKARTA – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali menangkap tiga erduga terorisme jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung. Ketiganya juga berkaitan dengan terduga teroris jaringan JAD Bekasi, yang sebelumnya telah ditangkap.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra mengatakan, ketiga terduga teroris yang ditangkap berinisial IU (43), LH (41), dan AH (27).

"Mereka berdua ini (IU dan LH) berbaiat kepada ISIS," kata Asep di Mabes Polri, Senin (21/10/2019).

Keduanya, lanjut Asep, juga telah melakukan idad atau latihan-latihan yang mempersiapkan dirinya untuk melaksanakan aksi teror bersama dengan kelompok JAD Misgianto yang telah ditangkap sebelumnya.

Seorang anggota polisi mengawal penggeledahan Densus 88 di sebuah rumah milik terduga teroris di Cirebon. (Foto: Fathnur Rahman/Okezone)

Sementara itu, AH (27), kata Asep memiliki peranan penting dan memiliki hubungan dengan JAD di Lampung, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. AH juga berperan melindungi teroris bernama Syahrial Alamsyah alias Abu Rara, yang juga pelaku penusukan Wiranto.

"AH menyembunyikan teroris yang beberapa waktu lalu sudah ditangkap atas nama SA, keterlibatan AH ini selain berbaiat kepada ISIS aktif di jaringan JAD, kemudian pernah menyembunyikan salah satu DPO," katanya.


Baca Juga : Geledah Gardu Induk PLN Tasikmalaya, Ini yang Disita Densus 88

Dalam melakukan komunikasi, jelas Asep, para terduga teroris tersebut melakukan komunikasi tersebut secara terputus. Namun, mereka juga menggunakan media sosial untuk melakukan kegiatan amaliahnya.

"Secara keseluruhan mereka memiliki target yang tetap mereka sebut dengan toghut dan sasaran yang utama adalah aparat keamanan khususnya kepolisian, baik anggota ataupun juga kantor-kantor polisi," tuturnya.


Baca Juga : Anak Abu Rara Penusuk Wiranto Ikut Program Deradikalisme

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini